Melansir laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (31/3/2015), laba bersih perseroan pada 2014 tercatat sebesar Rp403,63 miliar. Sementara untuk laba bersih pada 2013, yakni sebesar Rp996,90 miliar.
Kerugian ini, terjadi karena rugi selisih kurs sebesar Rp326,96 miliar atau 106 persen. Akibatnya, laba per saham perseroan juga mengalami penurunan dari Rp1.115 menjadi Rp451.
Selain itu, perseroan juga mencatat kenaikan pada utang mereka menjadi Rp6,19 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp3,114 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp3,07 triliun.
Di sisi lain, perseroan juga mencatat kenaikan aset meskipun tipis. Aset perseroan naik menjadi Rp6,50 triliun dari Rp6,43 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.