Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Beri Arahan Menterinya Tak Tambah Anggaran di 2016

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 14 April 2015 |08:49 WIB
Jokowi Beri Arahan Menterinya Tak Tambah Anggaran di 2016
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada para menterinya agar tidak menambah anggaran setiap tahunnya. Arahan ini terkait Rencana Kerja Anggaran Pemerintah (RKAP) tahun 2016 yang direncanakan selesai pada akhir bulan April hingga Mei 2015.

Nantinya RKAP tahun 2016 benar-benar digunakan Jokowi dalam menjalankan program-programnya sesuai Nawa Cita.

"Soal anggaran pesannya jangan menggunakan menambah secara rutin tapi melihat secara prioritas. Jangan melihat tahun kemarin berapa misalnya 5, jadi 10, jangan seperti itu," ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kantor Presiden, Jakarta tadi malam.

Andrinof menambahkan, pembahasan RKAP tahun 2016 akan dibawa ke dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), sebelum nantinya akan dimasukkan kedalam APBN 2016.

"Rancangan ini untuk akhir April selesai, dan akan dibawa ke Musrenbangnas. Ini bukan sidang kabinet evaluasi, tapi rancangan sementara rencana pemerintah tahun 2016 serta melihat kemampuan anggaran, perkiraan penerimaan, pertumbuhan ekonomi serta cara kita membiayai program yang sudah didukung," kata dia.

Menurut Andrinof, pada tahun depan, RKAP 2016 akan memprioritaskan program-program sesuai RPJMN 2015-2019 yang sudah disepakati bersama.

"Di RPJMN kan prioritasnya untuk pangan, energi kelautan, pangan, industri dan pariwisata, ada prioritas kewilayahan juga bagaimana mempercepat pembangunan perbatasan dan pinggiran," jelasnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan, dalam pembahasan RKAP ini sangat awal sekali, sehingga akan bisa berubah.

"Enggak, itu kan hanya angka sementara, nanti akan kita hitung lagi. Untuk APBN masih disuruh lihat lagi angka-angkanya," ungkap Sofyan.

Namun Jokowi kata Sofyan, menekankan alokasi anggaran untuk program prioritas yang sudah dijalankan pada tahun ini.

"Yang ditekankan oleh Presiden yaitu bagaimana kita mengalokasikan dana untuk program-program prioritas. Yang perlu ditekankan penting sekali itu program prioritas," imbuhnya.

Program prioritas yang dimaksud adalah percepatan pembangunan infrastruktur, meningkatkan promo investasi di Indonesia.

"Berikan anggaran besar kepada BKPM, kita ingin promosi pariwisata, berikan anggaran besar kepada Kementerian Pariwisata. Itu intinya, kalau yang enggak prioritas untuk sekarang jangan diberikan anggaran, hanya sekedar anggaran rutin saja," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement