JAKARTA - Lewat ajang World Economic Forum (WEF) yang diadakan di Jakarta, Menteri Badan Usaha Milik Negara mengaku memperoleh investor untuk sektor listrik, yakni pembangunan power plant dan transmisi.
"Tadi banyak investor yang untuk bangun power plant dan transmisi. Ada dari Amerika, dari India, China," tutur Rini di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Rini mengatakan, hal tersebut akan ditindak lanjuti dengan mempertemukan para investor tersebut dengan PT PLN (Persero). Dirinya memastikan, kesempatan tersebut tidak akan disia-siakan.
"Tindak lanjut kita akan komunikasi lebih lanjut. Akan di follow up dengan PLN. Maka PLN akan tunjukan minat mereka. Jadi ini yang kita dorong untuk partner dengan PLN," imbuhnya.
Selain di bidang energi, pihaknya juga telah menemukan pasangan investor China untuk dipertemukan dengan BUMN lain di bidang transportasi dan infrastruktur. Nantinya investor tersebut akan dipertemukan dengan PT Jasa Marga dan PT Hutama Karya.
"Ada yang tertarik juga di bandara. Tapi ada yang kita bicarakan mendalam adalah dengan transportasi antarkota, yaitu delegasi China yang datang terlebih dahulu. Mereka katakan karena jalur yang mereka studi itu sedikit berbeda yang ditargetkan. Kita minta mereka lihat study kembali," imbuhnya.
Menurutnya, dengan semakin bergairahnya dunia investasi di Indonesia akan berdampak banyak bagi perekonomian nasional. Salah satunya bisa membuka banyak lapangan kerja baru.
“Enggak hanya dari dalam negeri, bisa partner dan kita bisa tanamkan modal ke sini. Ini bisa serap tenaga kerja lebih banyak lagi," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.