JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak biasa melihat banyaknya kapal asing pencuri ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia. Keluhan ini disampaikannya ketika menerima Asosiasi Rekaman Indonesia (Asiri), Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Indonesia terkait pembajakan di Tanah Air.
"Misalnya masalah illegal fishing, karena sudah bertahun-tahun orang anggap itu biasa, di depan mata kita setiap hari tujuh ribu kapal asing gerak di perairan kita dianggap biasa. Buat saya tidak," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2015).
Menurut Jokowi, pembajakan atau illegal fishing yang terjadi di Indonesia khususnya di sektor kelautan memang benar adanya. Dirinya mencontohkan, praktik illegal fishing sangat terang-terangan terjadi di Laut Maluku.
