Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ide Bisnis Go-Jek Berawal dari Rasa Kesal

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2015 |05:12 WIB
Ide Bisnis Go-Jek Berawal dari Rasa Kesal
Ide Bisnis Go-Jek Berawal dari Rasa Kesal (Nadiem Makarim: Okezone)
A
A
A

Parahnya kemacetan lalu lintas di Jakarta tersebut membuat Nadiem kesal karena telah membuang-buang waktunya. Dengan berlangganan ojek untuk kesehariannya, Nadiem menjalin hubungan dengan para tukang ojek tersebut.

"Dari situ saya sadar bahwa sebenarnya ojek yang sudah terpercaya memiliki banyak fungsi untuk kehidupan orang Jakarta," ucapnya.

Di Go-Jek, para ojek tidak hanya sekadar antar jemput pelanggan saja seperti tukang ojek pada umumnya, melainkan juga bisa menjadi kurir seperti personal shopper, pengantar makanan dan lainnya. Mau beli makanan apapun juga dapat dipesan, dari itulah konsepnya berkembang menjadi Go-Jek.

"Fondasinya berbasis teknologi mobile, karena ojek-ojek itu tersebar di mana-mana. Jadi cara untuk menghubungi mereka adalah melalui mobile app, maka konsep pada 2014, Go-Jek menjadi Mobile App Business," ungkapnya.

Untuk menarik pelanggan, Nadiem melancarkan strategi dengan membuat tukang ojek menjadi senang dan mengantongi penghasilan yang lebih tinggi untuk mereka. Hal tersebut merupakan kunci utama untuk mendapatkan loyalitas dan respek dari para tukang ojek-ojek

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement