Parahnya kemacetan lalu lintas di Jakarta tersebut membuat Nadiem kesal karena telah membuang-buang waktunya. Dengan berlangganan ojek untuk kesehariannya, Nadiem menjalin hubungan dengan para tukang ojek tersebut.
"Dari situ saya sadar bahwa sebenarnya ojek yang sudah terpercaya memiliki banyak fungsi untuk kehidupan orang Jakarta," ucapnya.
Di Go-Jek, para ojek tidak hanya sekadar antar jemput pelanggan saja seperti tukang ojek pada umumnya, melainkan juga bisa menjadi kurir seperti personal shopper, pengantar makanan dan lainnya. Mau beli makanan apapun juga dapat dipesan, dari itulah konsepnya berkembang menjadi Go-Jek.
"Fondasinya berbasis teknologi mobile, karena ojek-ojek itu tersebar di mana-mana. Jadi cara untuk menghubungi mereka adalah melalui mobile app, maka konsep pada 2014, Go-Jek menjadi Mobile App Business," ungkapnya.
Untuk menarik pelanggan, Nadiem melancarkan strategi dengan membuat tukang ojek menjadi senang dan mengantongi penghasilan yang lebih tinggi untuk mereka. Hal tersebut merupakan kunci utama untuk mendapatkan loyalitas dan respek dari para tukang ojek-ojek