nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Grab Bakal Akuisisi Dana Demi Tandingi Gojek?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 16:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 278 2104044 grab-bakal-akuisisi-dana-demi-tandingi-go-jek-8FAXSCz43F.jpg Grab (Foto: Okezone.com/Reuters/Anshuman Daga)

JAKARTA - Perusahaan transportasi on-demand asal Singapura, Grab, dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk melakukan merger antara OVO dan DANA. Dua sistem pembayaran yang beroperasi di Indonesia.

Dikutip dari Reuters, Kamis (12//9/2019), upaya penggabungan dua dompet digital itu untuk memperkuat jaringan bisnis Grab sehingga dapat melawan dominasi Gojek, yang memiliki dompet digital bernama Go-Pay.

Grab (Foto: Okezone.com/Reuters)

Kepemilikan Grab atas saham OVO memang tidak dapat dipastikan, tetapi sumber Reuters menyebut jumlahnya cukup besar. Grab sendiri merupakan perusahaan yang mendapatkan suntikan dana dari Softbank.

Baca Juga: SoftBank Gencar Investasi ke Grab Indonesia, Siapa Sih Bosnya?

Sedangkan DANA dimiliki PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Ant Financial yang didukung Alibaba. Grab berencana mengakuisisi DANA dan menggabungkannya dengan OVO.

Bergabungnya DANA dan OVO bakal memperketat persaiangan Grab dan Go-Jek, yang merupakan dua startup teratas di Asia Tenggara. Keduanya telah bersaing dalam sistem pembayaran sejak tahun 2018.

Di samping itu, Grab dan Gojek juga bersaing di sejumlah bidang seperti e-commerce, ride-hailing dan food delivery.

"Itu adalah bagian dari pertempuran antara Grab dan Gojek," kata salah satu sumber Reuters.

Pihak Grab dan OVO menolak untuk berkomentar tentang kabar ini, begitu pula dengan pihak DANA. Tak hanya itu, pihak Emtek, Ant Financial, dan SoftBank juga enggan menanggapinya.

Baca Juga: Dapat Kucuran Rp28 Triliun, Apa yang Bakal Dilakukan Grab?

Belum jelas berapa nilai kesepakatan untuk mengakuisisi DANA. Namun dalam laporan Finance Asia, disebut valuasi OVO mencapai USD2,9 miliar. Sedangkan untu valuasi DANA belum bisa ditentukan.

"Keseluruhan struktur kesepakatan perlu dinegosiasikan dengan bank sentral negara itu karena ada batasan kepemilikan asing," ujar sumber tersebut.

1
2

Berita Terkait

GrabBike

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini