SoftBank Gencar Investasi ke Grab Indonesia, Siapa Sih Bosnya?

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 320 2084943 softbank-gencar-investasi-ke-grab-indonesia-siapa-sih-bosnya-Xnga06OXgP.jpg Masayoshi Son (Reuters)

JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan delegasi SoftBank sering membuahkan hasil investasi. Akhir-akhir ini, perusahaan yang berpusat di Tokyo, Jepang tersebut mulai memberikan dananya ke Grab Indonesia.

SoftBank sudah berinvestasi di Indonesia sebesar USD2 miliar, dan berencana akan menambah lagi untuk investasi baru sebanyak USD2 miliar.

 Baca juga: Dapat Dana USD2 Miliar, Akhirnya Grab Akan Buka Markas Besar di Jakarta

Investasi tambahan sebesar USD2 miliar itu akan diberikan kepada Grab dan beberapa perusahaan lain. Salah satunya, untuk pembangunan kantor pusat Grab di Indonesia.

Namun, siapa sosok di balik investasi besar-besaran SoftBank ke Grab tersebut?

 Masayoshi Son

Adalah Masayoshi Son yang berada di balik kesuksesan SoftBank.

 Baca juga: Terancam Denda Rp25 miliar karena Bisnis Tak Sehat, Bagaimana Sikap Grab?

Masyoshi Son lahir di Tosu, Jepang, pada 11 Agustus 1957. Meskipun memiliki etnis Korea, keluarganya mengadopsi budaya Jepang dan memiliki nama keluarga Yasumoto.

Son lulus dari University of California di bidang Ekonomi. Namun saat ia kecil menunjukkan ketertarikannya yang besar pada chip komputer. Seiring berkembangnya waktu, Son yakin bahwa komputer akan segera merevolusi sektor komersial.

 Baca juga: Bisnis Tak Sehat, Grab Terancam Denda Rp25 Miliar

Setelah menyelesaikan wisudanya, Son mendirikan SoftBank Corporation pada 1981 sebagai organisasi internet dan telekomunikasi. Pada 1986 ia menjadi Chairman dan CEO SoftBank Corporation.

Awal tahun 2000, Son bergabung dengan Yahoo Japan, di mana ia memimpin perusahaan tersebut sebagai Presiden dan CEO. Kemudian ia bergabung dengan BB Technologies Corporation, yang sekarang dikenal dengan SoftBank BB Corporatio dan mendirikan Yahoo BB pada tahun 2001.

Pada tahun 2006, Vodafone menjual divisi mobile-nya ke SoftBank seharga 1,75 triliun Yen Jepang. Setelah mengakuisisinya, SoftBank dalam dalam krisis. Sementara Yahoo BB masih berhasil mengakuisisi Japan Telecom dan menghapus beberapa kekurangan SoftBank.

Di sisi lain, Son merupakan orang yang dermawan. Dia telah berperan integral dalam strategi pemulihan selama bencana nuklir Fukushima Daiichi di tahun 2011. Son juga berperan dalam membangun proyek tenaga surya di Jepang. Di tahun yang sama, Son menyumbangkan USD120 juta untuk membantu korban Tsunami Tohoku.

Sementara itu, perusahaannya – SoftBank telah mengakuisisi beberapa organisasi yang paling berpengaruh. SoftBank pun memiliki reputasi yang mapan di seluruh dunia di sektor telekomunikasi.

Per April 2014, Son dinobatkan sebagai orang terkaya di Jepang dan satu di antara 10 orang terkaya di dunia. Selain itu, ia terdaftar sebagai salah satu orang berpengaruh yang terkenal di masanya. Berkat keberhasilan dan kedermawanannya, Masayoshi Son disebut-sebut sebagai Bill Gates Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini