Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah akan menjaga stabilitas pergerakan harga BBM dalam negeri. Hal itu dimaksudkan agar kenaikan harga BBM nantinya tidak begitu berpengaruh terhadap inflasi.
"Terkait kebijakan BBM, kami terus selaraskan dengan pengendalian inflasi nasional. Sehingga ke depan inflasi tidak sensitif dengan kenaikan BBM," ujar dalam rapat paripurna di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Bambang sepakat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengusulkan untuk menjaga stabilitas inflasi pada level rendah. Pasalnya, inflasi sangat berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga, juga upaya pemerintah dalam menaikkan tingkat perekonomian nasional.
"Dalam jangka panjang, inflasi rendah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi untuk lebih kompetitif," tambahnya.
Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah juga akan menjaga stabilitas harga, mendukung arus distribusi kebutuhan pokok, serta meningkatkan produktivitas pangan dan mengendalikan volatilitas rupiah.
"Kami juga sependapat untuk meningkatkan peran dan sinergi sektor riil, baik untuk kendalikan inflasi dalam bentuk TPID dan kelompok kerja nasional di daerah sehingga inflasi terjaga," tutur Bambang.
Sekadar informasi, pemerintah menetapkan asumsi inflasi sekira 3 sampai 5 persen dalam RAPBN 2016. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, ditargetkan dapat mencapai 5,8 hingga 6,2 persen di 2016.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.