Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Naik Jelang Lebaran, Pengusaha Daging Salahkan Kementan

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2015 |06:07 WIB
Harga Naik Jelang Lebaran, Pengusaha Daging Salahkan Kementan
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Asipidi) meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk bertanggung jawab jika harga daging melambung tinggi menjelang lebaran.

"Ketika harga melambung tinggi pihak yang pertama harus bertanggung jawab adalah Kementerian Pertanian,"ucap Direktur Eksekutif Aspidi Thomas Sembiring kepada Okezone di Jakarta.

Thomas menuturkan, fenomena melambungnya harga daging menjelang lebaran selalu terjadi, lantaran sebelumnya pemerintah mengatakan stok sapi lokal sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, namun kenyataannya setiap tahun, harga daging menjelang lebaran selalu tinggi.

"Kenyataannya apa, harga selalu naik. Artinya stok daging lokal belum cukup, itu yang menyebabkan harga daging melonjak tinggi menjelang lebaran,:tuturnya.

Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan kuota impor untuk daging. Namun ketika pihaknya mengajukan izin untuk melakukan impor,rekomendasi izin impor belum dikeluarkan Kementerian Perdagangan atas dasar belum ada rincian teknis dari Kementerian Pertanian.

Dia menambahkan, dengan pembatasan kuota impor daging sapi seperti ini, harga daging menjelang lebaran akan melambung tinggi.

"Ketika kuota impor dibatasi, dengan asumsi jumlah sapi lokal masih cukup, saat itu juga harga daging melambung tinggi,"tuturnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement