JAKARTA - Kasus pembelian iPhone 6 Plus yang tertukar dengan sabun batangan di situs e-commerce Lazada terus menuai kontroversi. Lazada, selaku penjual mengaku masih melakukan investigasi, sementara Danis pembeli sekaligus karyawan Elevenia juga belum memberikan pernyataan selanjutnya.
Hal tersebut tentu mengundang para pemain e-commerce lainnya yang tergabung dalam Indonesia E-Commerce Association (idEA) angkat bicara. Ketua idEA, Daniel Tumiwa, berharap kasus tersebut tidak akan mencoreng nama baik industri e-commerce yang sudah mulai terbangun di Indonesia.
"Sejak industri ini ada Indonesia, kami terus berupaya untuk memperbaiki diri. Jangan sampai karena satu kejadian bisa merusak 99 persen citra pelayanan yang sudah terbangun dengan sempurna. Karena saat ini, citra pelayanan dari e-commerce sudah sangat-sangat bagus," tutur Daniel melalui sambungan telefon kepada Okezone, Kamis (2/7/2015).
Dirinya menjelaskan, menurut data dari Google, tiga sampai empat tahun yang lalu citra e-commerce di Indonesia masih dipandang banyak praktik penipuan yang terjadi. Namun, sekira dua tahun yang lalu, citra e-commerce berubah menjadi tempat berbelanja yang mudah dan nyaman.
"Tapi apakah kejadian penipuan benar-benar hilang, tentu tidak. Masih ada kemungkinan hal itu terjadi. Tapi citra nyaman dan mudahnya sudah terbentuk," tambahnya.
Kendati demikian, Daniel mengaku belum bisa memberikan komentar terkait kemungkinan persaingan bisnis black campaign yang terjadi. Menurutnya, kejadian tersebut masih suatu hal yang wajar, di mana seorang konsumen mempunyai hak untuk mengirimkan keluhan jika merasa dirugikan.
"Saat ini, itu faktanya masih belum ada yang baru. Lazada juga masih dalam proses investigasi, yang mengetahui hanya Lazada. Saya belum bisa berkomentar," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.