JAKARTA - Indonesia memasuki musim kemarau dampak dari badai El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2015. Menghadapi kondisi ini, Pemerintah mengalokasikan dana Rp100 miliar untuk membuat ribuan embung di seluruh Indonesia guna menekan dampak kekeringan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran ketika meninjau areal persawahan yang mengalami kekeringan akibat kemarau di wilayah Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Dia menyampaikan, potensi kekeringan yang berdampak ke lahan pertanian produktif mencapai sekitar 50 ribu hektare.
“Ini dampak dari badai El Nino yang menyebabkan kekeringan lebih panjang. Tapi dampak itu sudah jauh berkurang dibanding tahun lalu dengan periode yang sama yang saat itu mencapai sekitar 159 ribu hektare,”jelas Amran, seperti dilansir Setkab, Kamis (30/7/2015).
Amran mengatakan, penurunan itu tidak lepas dari keputusannya membentuk tim khusus untuk menanggulangi dampak kekeringan yang terjadi sejak Maret-April.
Beberapa langkah strategis telah dilakukan guna mengendalikan agar dampak kekeringan, mulai dari penyaluran 40 ribu pompa air tanah, pembuatan sumur-sumur dangkal di sekitar areal pertanian, pembangunan saluran irigasi, hingga pembuatan embung-embung untuk menampung air ke areal pertanian sekitarnya.
(Rizkie Fauzian)