"Kami takut dijauhi konsumen yang selama ini menjadi langganan," kata Ketua Bidang Perunggasan Pesat Jawa Barat, Yoyo Sutarya, di Bandung, Kamis (20/8/2015).
Diakuinya, jumlah konsumen terus menurun dalam sekira dua bulan terakhir karena harga terus melonjak. Sebab mahalnya harga daging ayam pasti berdampak panjang.
Ia mencontohkan pedagang ayam goreng dan mie ayam. Mahalnya harga ayam tidak serta merta membuat barang dagangan mereka juga ikut naik. "Kan mereka menjualnya tetap harga seperti biasa walaupun harga naik. Kasihan juga mereka," cetusnya.
Dengan harga seperti sekarang, ia khawatir para pedagang yang berkaitan dengan ayam justru gulung tikar. Faktanya pun terlihat.
"Sekarang misalnya ada yang rata-rata sehari menjual 50 ekor, sekarang paling 20-30 ekor. Saya sendiri dari 150 ekor yang terjual paling 100 ekor," jelas Yoyo.
Atas kondisi itu, para pedagang ayam akhirnya sepakat mogok hari ini hingga 23 Agustus. Harapannya, pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menekan harga ayam.
(Rizkie Fauzian)