Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Populasi Kurang, Pemerintah Impor Sapi Indukan

Raisa Adila , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2015 |21:07 WIB
Populasi Kurang, Pemerintah Impor Sapi Indukan
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Tidak hanya mengimpor sapi bakalan, Pemerintah juga akan segera melakukan impor untuk sapi indukan. Hal ini dikarenakan kurangnya populasi sapi yang ada di Indonesia.
 

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, mahalnya harga sapi dikarenakan kurangnya pasokan dalam negeri. Untuk itu, Pemerintah telah menyepakati untuk melakukan impor sapi bakalan maupun indukan.

"Memang angkanya belum final. Perlu satu kali rapat teknis. Tapi kita sudah mulai punya gambaran. Kelihatannya bukan hanya memerlukan impor sapi bakalan, tapi juga sapi indukan karena populasinya turun," kata Darmin usai rapat koordinasi (rakor) di kantornya, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Dia mengaku, dengan mengimpor sapi indukan diharapkan, populasi sapi dapat seperti pada 2012 lalu yang sekira 12 juta sapi. Meski demikian, permasalahan tersebut dikatakan butuh waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan masalah harga sapi

"Mungkin dalam beberapa tahun terus ada untuk kembali ke populasi yang terjadi waktu sensus pertanian 2012. Kalau ditunda itu makin lama kekurangan itu terjadi. Jadi angkanya seminggu lagi baru bilang," jelas dia.

Menurutnya, untuk kembali ke posisi pada 2012 lalu, masih membutuhkan waktu sekira empat hingga lima tahun mendatang.

"Ini situasinya populasinya turun. Itu berarti indukan yang dipotong sudah berlangsung beberapa tahun. Sehingga nanti kembali ke indukan pun perlu 4-5 tahun untuk kita bisa amengejar kembali posisinya itu aman," tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku akan melakukan impor sapi bakalan dari Australia sebanyak 250 ribu. Tindakan tersebut guna mengatasi permasalahan meroketnya harga daging sapi dalam jangka pendek.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement