Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mafia Pulsa Listrik, JK: Rizal Ramli Salah Baca

Gunawan Wibisono , Jurnalis-Selasa, 08 September 2015 |16:00 WIB
Mafia Pulsa Listrik, JK: Rizal Ramli Salah Baca
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mencurigai adanya oknum atau mafia di dalam listrik isi ulang atau prabayar yang dijalankan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal tersebut karena masyarakat pada saat membeli pulsa listrik Rp 100.000 tapi hanya mendapat Rp 73.000.

Saat dikonfirmasi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku bahwa Rizal Ramli telah salah menilai, Pasalnya PLN sudah menyatakan bahwa tudingan dari Rizal Ramli tidak benar.

Di mana yang dimaksud Rizal Ramli Rp73 ribu melainkan 73 kwh (kilo watt per hour). Jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp94 ribu dengan hitungan beban listrik rumah tangga 1.300 watt.

"Salah baca kali (Rizal Ramli)," ujar JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengendus permainan mafia di bisnis listrik isi ulang atau prabayar yang dijalankan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pasalnya, nilai manfaat riil yang diterima masyarakat dari nominal pulsa listrik yang dibelinya hanya sekitar 70 persen. Kata Rizal, masyarakat membeli pulsa Rp 100 ribu ternyata listriknya hanya Rp73 ribu, dan mafia itu untungnya sangat besar.

Menurut Rizal, ada permainan monopoli di PLN selaku penyedia layanan (provider) yang mengakibatkan ada kewajiban bagi masyarakat untuk beralih ke meteran prabayar. Padahal, membeli token listrik prabayar tidak semudah membeli pulsa telepon.

Merujuk pada situs resmi PLN, token listrik prabayar bisa dibeli di Loket Payment Point Online Banking (Mitra Bank), melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank (Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI, Bank Danamon, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank OCBC-NISP) dan minimarket.

Adapun nominalnya terdiri dari Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp250 ribu, Rp500 ribu, dan Rp1 juta. Daya listrik yang diperoleh tiap token berbeda, tergantung lokasi dan golongan rumah tangga pelanggan.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement