Kepala Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto di Jakarta, Selasa mengatakan, pihaknya telah bertemu Pemprov Kepulauan Riau (Kepri). Keduanya membahas rencana kerja sama pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas dari Natuna untuk dimanfaatkan di Kepri terutama Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ).
Menurut Irwan, berdasarkan pemetaan sementara, permintaan gas di Batam antara lain untuk memenuhi kebutuhan 104 galangan kapal, di Karimun, sudah ada nota kesepahaman dengan penyedia pembangkit listrik swasta, dan di Bintan untuk industri pariwisata dan kelistrikan.
Sementara, Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana mengatakan, potensi cadangan gas yang cukup besar di Kepri selama ini tidak dinikmati rakyat setempat.
"Gas di Natuna yang dialirkan melalui pipa ke Singapura sudah beroperasi lebih dari 14 tahun dan sudah mencapai nilai keekonomiannya, sehingga kini saatnya memberikan kontribusi kepada rakyat Kepri," ujarnya di Tanjung Pinang, kemarin.
Untuk itu, perlu sinergi dengan PGN, sehingga penyaluran gas ke Kepri bisa terealisasi. "Rakyat Kepri punya hak atas gas Natuna yang selama ini mengalir ke Singapura dan Malaysia. Kami akan minta alokasi gas untuk masyarakat Kepri melalui skema 'participating interest' sehingga rakyat dapat menikmati energi murah," ujarnya.
Selain Batam dan Bintan, Agung juga meminta PGN memberi porsi yang sama terhadap Kabupaten Karimun dalam pengembangan infrastruktur gas dari Natuna itu. "Batam, Bintan, dan Karimun harus berkembang secara bersama-sama," katanya.