Untuk memenuhi pembiayaan tersebut, pemerintah sudah menyiapkan beberapa mekanisme seperti, penerbitan SBN Rp532,4 triliun, penarikan pinjaman LN non-SLA Rp69,2 triliun dan penarikan pinjaman DN Rp3,7 triliun.
"Total kebutuhan pembiayaan Rp605,3 triliun. Ini kenapa kita masih butuh pembiayaan? Kalau dikaitkan defisit 2016, kondisi 2016 meski banyak lebih optimis dibanding 2015 tapi kita berada di kondisi global yang tidak pasti," kata Bambang.
"Paling tidak 2015, memang enggak bisa dibilang krisis keuangan global tapi yang pasti ini berat bagi perekonomian global," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.