Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Freeport Klaim Produksinya Terpangkas 60%

Danang Sugianto , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2015 |18:25 WIB
Freeport Klaim Produksinya Terpangkas 60%
Tambang milik Freeport. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan ekspor konsentrat mineral mentah jika belum membangun pabrik pemurnian (smelter). Hal itu ternyata mempengaruhi kinerja dari perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut.

Senior VP Freeport, Wahyu Sunyoto, mengatakan akibat pelarangan tersebut kapasitas produksi tambang Freeport menurun. Tercatat produksi tambangnya hanya 40 persen dari target produksi sebesar 220 ribu ton ore atau biji per hari.

"Produksinya hanya untuk memenuhi smelter Gresik saja, jadi hanya 40 persen dari kapasitas terpasang. Kalau tidak salah seperti itu selama tujuh bulan," tuturnya di Hotel Century Atlet Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Sementara untuk saat ini, kapasitas produksi Freeport sekitar 150-160 ribu ton biji per hari. Namun kapasitas produksi tersebut dianggapnya masih kurang. Wahyu mengungkapkan, pihaknya berharap tahun depan kapasitas produksi bisa meningkat menjadi 180-200 ribu ton biji per hari.

"Harapan kami kapasitas produksi bisa kembali ke normal," pungkasnya.

Sekedar informasi, cadangan tambang Grasberg Papua hingga akhir tahun tercatat sebesar 2,27 miliar ton biji. Dari miliaran biji tersebut terdiri dari tembaga sebesar 23 juta ton, perak 9.800 ton dan emas sebesar 1.892 ton.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement