JAKARTA - Pengusaha properti Soetjipo Nagaria sukses kembali masuk ke dalam daftar orang terkaya Indonesia, walau masih berada di nomor buncit.
Dengan kekayaan USD400 juta, Soetjipto Nagaria menempati peringkat 50 dalam daftar orang terkaya. Sementara pada 2014, dia tidak masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia.
Sementara pada 2013, Sutjipto Nagaria juga menempati peringkat 50 dalam daftar tersebut dengan total kekayaan USD390 juta. Demikian dilansir dari Forbes, Senin (21/12/2015).
Sutjipto Nagaria merupakan pendiri PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Kini, dia menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan tersebut.
Setelah sukses membangun sejumlah kota satelit di Jakarta dan Bali, aktivis sosial do Tzu Chi Buddist Foundation ini melangkah ke proyek selanjutnya. Yakni, membangun luxury township di Bandung.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan bersih Summarecon naik 15,5 persen menjadi Rp4,5 triliun. Di mana penyumbang terbesar pendapatan perusahaan berasal dari segmen properti sebesar Rp3,3 triliun. Segmen properti investasi menyumbang pendapatan Rp904,43 miliar sementara segmen rekreasi dan perhotelan menyumbang pendapatan Rp147,63 miliar.
Di segmen properti, pendapatan paling besar berasal dari penjualan apartemen dan rumah yang masing-masing menyumbang Rp1,18 triliun dan Rp1,17 triliun. Sedangkan penjualan bangunan komersial menyumbang pendapatan Rp947,9 miliar.
Dari segmen properti investasi, pendapatan dari mal dan ritel menyumbang Rp859,35 miliar. Sedangkan pendapatan dari properti perkantoran dan properti komersial masing-masing menyumbang pendapatan Rp17,09 miliar dan Rp21,03 miliar.
Hingga akhir September lalu, beban pokok penjualan Summarecon naik 1367 persen menjadi Rp2,17 triliun. Alhasil, laba kotor masih bisa tumbuh 17,17 persen menjadi Rp2,32 triliun. Sedangkan laba usaha naik 15,6 persen menjadi Rp1,26 triliun.
Walau begitu, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih 7,4 persen menjadi Rp807,29 miliar. Laba bersih SMRA turun disebabkan biaya keuangan yang membengkan. Per akhir September lalu, biaya keuangan Summarecon melonjak 76,25 persen menjadi Rp340,37 miliar.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.