PADANG - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Barat, menyatakan tingkat hunian hotel di provinsi itu sepanjang 2015 mengalami penurunan mencapai 30 persen dari 2014.
"Tingkat hunian hotel Sumbar bahkan kehilangan hunian secara drastis pada Januari hingga Mei 2015 akibat adanya pelarangan rapat di hotel bagi para ASN," kata Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran di Padang.
Ia mengatakan, larangan tersebut, menjadi salah satu pemicu pihaknya kehilangan banyak pasar pada 2015. Selain itu, tingkat hunian hotel pada 2015 juga sempat dipengaruhi oleh kabut asap yang melanda daerah itu pada September dan Oktober 2015.
"Kabut asap yang melanda Sumbar sempat mempengaruhi tingkat hunian hotel saat Bandara Internasional Minangkabau ditutup sebentar selama tiga hari," katanya.
Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena tingkat hunian hotel yang menurun dapat tergantikan dengan dialihkannya kegiatan transportasi udara dari beberapa daerah seperti Jambi dan Pekanbaru dialihkan ke Padang.
"Walaupun terdapat peningkatan hunian hotel mulai Oktober hingga Desember 2015 termasuk dengan adanya libur akhir tahun, namun tidak dapat menutupi penurunan dan kehilangan hunian 30 persen itu karena kontribusi rapat ASN terhadap hunian hotel tinggi," jelasnya.
Ia berharap, tingkat hunian hotel 2015 dapat diperbaiki pada 2016 termasuk dengan adanya penerapan kebijakan bebas visa yang berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke provinsi itu.