Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Negara Penjual Barang Mewah Terbesar di Dunia

Dedy Afrianto , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2016 |05:30 WIB
10 Negara Penjual Barang Mewah Terbesar di Dunia
Ilustrasi : CNBC
A
A
A

JAKARTA - Penjualan barang mewah di dunia seperti perhiasan, tas, dan pakaian turut terkena imbas dari perlambatan ekonomi global sepanjang 2015. Namun, penjualan barang mewah ini tidak terkena dampak signifikan dari pelemahan tersebut.

Bahkan, negara-negara yang terkenal sebagai pusat penjualan barang mentah di dunia tetap mengalami pertumbuhan peningkatan penjualan sepanjang 2015.

"Perlambatan ekonomi telah menegaskan pergeseran dari pertumbuhan penjualan yang lebih rendah pada pasar barang mewah. Tantangan bagi merek-merek mewah dalam lingkungan ini adalah untuk berhasil menavigasi volatilitas pasar yang didorong oleh perubahan fluktuasi mata uang dan pariwisata." ujar perusahaan konsultan manajemen Bain & Company seperti yang dikutip oleh CNBC.

Berikut adalah 10 negara dengan pertumbuhan penjualan barang mewah terbesar melansir CNBC, Selasa (5/1/2016):

10. Hongkong

Penjulan barang mewah di Hongkong sepanjang tahun 2015 mencapai 6,8 miliar euro atau setara dengan USD7,4 miliar atau Rp103,1 triliun (kurs Rp13.935 per USD). Penjualan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu dengan penurunan penjulan dalam mata uang lokal sebesar 25 persen. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan keras yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberantas korupsi.

9. Timur Tengah

Peningkatan penjualan barang mewah di Timur Tengah ditopang oleh penjualan barang mewah di Dubai yang mencapai 3 miliar euro atau sebesar 37 persen dari total penjualan barang mewah yang mencapai 8,1 miliar euro atau setara Rp123,42 triliun.

8. Korea Selatan

Wabah virus mers yang sempat berdampak pada penurunan jumlah wisatawan ternyata tak membuat penjualan barang mewah di Korea Selatan. Pada 2015, penjualan barang mewah di Korea Selatan mencapai 10,8 miliar euro atau Rp164 triliun atau meningkat 4 persen dibanding penjualan dalam mata uang lokal pada tahun lalu.

7. Jerman

Penjualan barang mewah di Jerman mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan periode penjualan 2013-2014. Total penjualan barang mewah di Jerman mencapai 11,9 miliar euro atau Rp181,3 triliun. Pertumbuhan ini disebabkan karena adanya peningkatan penjualan gadget elektronik. Penjualan gadget ini dapat menutupi penjualan perhiasan di Jerman yang mengalami penurunan sepanjang tahun 2015.

6. Inggris

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bain & Company, penjualan barang mewah di Inggris meningkat sebesar 35 persen sepanjang tahun 2015. Pada tahun 2014, penjuan barang mewah di Inggris hanya mencapai 10,1 miliar euro. Namun, pada tahun 2015, penjualan barang mewah meningkat hingga 15,6 miliar euro atau Rp237,7 triliun.

5. Perancis

Depresiasi euro turut menyebabkan Perancis turun satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total penjualan barang mewah di Perancis berhasil menyaingi Inggris dengan total penjualan mencapai 17,1 miliar euro atau Rp260,55 triliun.

4. Italia

Meskipun penjualan barang mewah di kota-kota terkenal seperti Milan dan Roma mengalami penurunan, Italia tetap mampu untuk mencapai total penjualan sebesar 17,3 miliar euro atau Rp263,60 triliun. Namun, Italia harus rela turun satu peringkat dibanding tahun sebelumnya.

3. China

Ditengah perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2015, China berhasil naik dua peringkat dibanding tahun lalu. Bahkan, pembeli barang mewah yang berasal dari negara China mencapai 31 persen dari total pembeli barang mewah di dunia. Total penjualan barang mewah di China pun sepanjang tahun 2015 mencapai 17,9 miliar euro atau Rp272,74 triliun.

2. Jepang

Belanja konsumen yang berasal dari wisatawan China turut membantu peningkatan penjualan barang mewah di Jepang sepanjang tahun 2015. Penjualan barang mewah pun meningkat hingga 20,1 miliar euro atau Rp306,26 triliun.

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) berhasil mempertahankan posisi pertama dalam penjualan barang mewah di dunia. Resesi ekonomi yang terjadi sejak tahun 2008 tidak menyebabkan penjualan barang mewah di negara ini mengalami penurunan. Pada tahun ini, total penjualan barang mewah di AS hampir sebesar empat kali lipat dibanding penjualan barang mewah di Jepang, yaitu sebesar 78,6 miliar euro atau setara Rp1.197 triliun.(rai)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement