Investasi Saham, Emas atau Properti? Pilih yang Anda Suka!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2016 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 15 320 1289018 investasi-saham-emas-atau-properti-pilih-yang-anda-suka-Frl12SNQQk.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi hingga 2016 ini terus melambat, ditambah lagi Rupiah masih dalam kondisi yang belum prima. Untuk dapat berinvetasi dengan baik di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang bergerak lambat seperti ini, maka diperlukan strategi yang tepat untuk dapat menghasilkan keuntungan dari investasi yang kita lakukan.

Menurut perencanaan keuangan, Freddy Pieloor, hal pertama yang dapat dilakukan untuk memulai investasi adalah menekan pengeluaran biaya. Jika tahun lalu pengeluaran biaya tergolong boros, misalnya rutin makan di luar atau berbelanja berlebihan, maka tahun ini disarankan untuk berhenti melakukan hal tersebut agar dana itu dapat dialokasikan untuk berinvestasi.

Selanjutnya, Freddy mengatakan investasi harus dilakukan sejak awal menerima pendapatan. Setidaknya, setelah mendapatkan gaji, sisihkan 10-20 persen untuk berinvestasi, bukan hasil dari sisa-sisa gaji yang sudah terpakai.

“Investasi dilakukan diawal, jangan di akhir. Sering kali orang salah. Harusnya investasi dulu baru sisanya buat dikonsumsi,” jelas Freddy kepada Okezone di Jakarta.

Nantinya, sangat diperlukan untuk mengetahui pilihan jenis investasi yang akan Anda lakukan. Menurut Freddy, jenis investasi setiap orang tak dapat disamaratakan karena bersifat sangat personal sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan orang tersebut.

Untuk bisa menentukan jenis investasi yang sesuai, maka lihatlah minat Anda saat berinvestasi. Jenis investasi seperti apa yang lebih Anda sukai. Jika menyukai saham, maka berinvestasilah dengan saham, namun jika memahami saham maka dapat berinvestasi dengan emas atau tanah sesuai keuangan Anda.

“Seperti saya, saya prefer ke saham. Tapi kalo enggak paham saham, yah beli emas,atau tanah yang sesuai dengan keuangan. Kalau hanya punya Rp500 ribu yang reksadana saja,”sarannya.

Meski saham saat ini sedang meningkat, namun ada beberapa saham yang turun bahkan merosot nilainya. Oleh sebab itu, Freddy menyarankan untuk membeli saham yang memiliki fundamental yang kuat meski saat ini harganya tengah anjlok.

“Contoh, Antam, sahamnya sedang merosot tajam. Tahun lalu harga saham Rp1.200- Rp2.000 tapi sekarang bahkan mencapai Rp300. Tapi dalam jangka panjang Antam pasti akan naik kembali,” jelasnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini