Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gedung 'Super Ramping' Banyak Bermunculan di Asia & Timur Tengah

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |20:20 WIB
Gedung 'Super Ramping' Banyak Bermunculan di Asia & Timur Tengah
(Foto: Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Gedung pencakar langit supertall atau 'super ramping' yang mempunyai ketinggian lebih dari 300 meter kini telah mendominasi dunia. Terlebih, baru-baru ini 432 Park Avenue di New York, Amerika Serikat (AS) telah selesai dibangun, sehingga membuat gedung supertall dunia genap menjadi 100.

Dilansir dari laman World Property Journal, Sabtu (16/1/2016), Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) menyebutkan, mayoritas gedung pencakar langit supertall baru berasal dari Asia dan Timur Tengah.

Kedua benua tersebut mencerminkan tren konstruksi supertall yang muncul selama satu dekade terakhir. Meski demikian, New York tetap merupakan pusat aktif untuk konstruksi supertall di Amerika Serikat (AS).

Rampungnya 432 Park Avenue, menjadikan New York sebagai kota yang memiliki jumlah gedung supertall terbanyak kedua di dunia. Sementara itu, Dubai terus mendominasi dengan harus puas berada di peringkat 18.

Dengan rasio kerampingan 1:15, para menara supertall melambangkan tipologi 'superslim' alias 'super ramping' yang telah dimungkinkan oleh kemajuan teknologi ketahanan lateral. Bangunan-bangunan ini sangat lazim ditemukan di daerah perkotaan padat seperti New York, di mana harga perumahan, terbatasnya ketersediaan lahan dan melonjak hunian mewah, menjadikan mereka membangun bangunan 'super ramping' ini.

(dhe)

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement