Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gedung-Gedung Tua Milik RNI di Semarang Akan Dioptimalkan

Antara , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2016 |11:44 WIB
Gedung-Gedung Tua Milik RNI di Semarang Akan Dioptimalkan
(Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

SEMARANG - PT Rajawali Nusantara Persero (RNI) menyatakan akan mengoptimalkan aset-asetnya berupa gedung-gedung tua yang ada di Semarang, Jawa Tengah.

"Gedung-gedung tua itu akan dioptimalkan dan dibuat agar memiliki nilai jual," ujar Direktur Pengembangan dan Investasi PT RNI Agung Murdanoto di Semarang, Kamis malam.

Menurut Agung, aset tersebut banyak berada di kawasan Kota Lama, Semarang. Dia menginginkan gedung-gedung tersebut dijadikan lokasi wisata seperti di kawasan Braga, Bandung.

Untuk mewujudkan hal tersebut PT RNI telah berkonsultasi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Selain itu, RNI juga akan bekerja sama dengan BUMD yang ada di Kota Semarang maupun BUMD Provinsi Jawa Tengah.

"Kami akan berkoordinasi terkait bentuk kerja samanya seperti apa," kata Agung.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambut baik niat dari PT RNI.

Hendrar mengusulkan agar beberapa di antaranya bisa dijadikan ruang pamer yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

PT RNI memang memiliki hubungan yang erat dengan Kota Semarang. Sebab cikal bakal perusahaan "plat merah" ini adalah perusahaan perdagangan hasil bumi yang didirikan oleh Oei Tjien Sien dengan nama NV Handel My Kian Gwan di Semarang pada 1 Maret 1863.

NV Handel My Kian kemudian dikembangkan secara turun temurun dan berubah menjadi perusahaan "holding" sebelum akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1961.

Pada tahun 1964 pemerintah menjual seluruh aset perusahaan dan memasukkannya sebagai penyertaan modal dalam pendirian PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) pada 12 Oktober 1964.

(dhe)

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement