Menurut Tesla, Gigafactory sepenuhnya didukung oleh energi terbarukan. Pabrik mulai memproduksi sel baterai pada 2017, bertepatan dengan peluncuran Model 3, mencapai kapasitas penuh pada 2020.
Konstruksi sebagian besar lengkap, juga terdiri dari solar panel. Akan tetapi dasarnya yang putih akan memastikan atapnya tetap dingin, sehingga mengoptimalkan efisiensi panel surya.
Selagi Tesla menempatkan sentuhan akhir pada eksterior, pabrik akan mulai membangun arsitektural interior, yang kabarnya akan menelan biaya USD10 juta atau Rp132,1 miliar.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.