nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5.200 Sertifikat Tanah Siap Diberikan Kepada Masyarakat Brebes

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 11 April 2016 11:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 11 470 1359379 5-200-sertifikat-tanah-siap-diberikan-kepada-masyarakat-brebes-YYDOvxogYD.jpg Ilustrasi (ilmuproperti.com)

BREBES - Kementerian Agraria dan Tata Ruang berencana akan memberikan 5.200 sertifikat tanah kepada masyarakat Brebes. Sertifikat ini diberikan dalam rangka program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat dimana Brebes menjadi daerah pilot project dalam penerapan program ini.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (11/4/2016), sertifikat ini terdiri dari sertifikat tanah petani bawang merah sebanyak 1.050 sertifikat, sertifikat prona sebanyak 3.450 sertifikat, sertifikat tanah nelayan sebanyak 200 sertifikat, sertifikat tanah UKM sebanyak 200 sertifikat, sertifikat tanah petani sebanyak 100 sertifikat, dan sertifikat tanah objek landeform sebanyak 200 sertifikat.

Adapun sertifikat ini ditargetkan selesai menjelang akhir Juni 2016. Pemberian sertifikat ini akan dilakukan secara bertahap. Khususnya untuk bulan April, pemberian sertifikat akan dibagi menjadi tiga tahap yang masing-masing berjumlah 200 sertifikat pada tahun satu, 300 sertifikat pada tahap dua, dan 500 sertifikat pada tahap tiga. Sehingga, pada akhir April ditargetkan jumlah serigala yang telah diserahkan mencapai 1.050 sertifikat.

Untuk diketahui, pada program sinergi aksi ink pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) akan melakukan strategi jemput bola terhadap masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah. Sertifikat ink akan diberikan langsung kepada masyarakat Brebes. Dengan begitu, masyarakat akan dapat dengan mudah mendapatkan tambahan modal.

"Di hulu, misalnya mereka mempunyai lahan, tapi sering kali lahan itu tidak bersertifikat. Dengan adanya lahan ini, maka nilai aset mereka akan meningkat. Maka bisa menjadi agunan yang lebih bernilai," kata Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo dalam konferensi pers di Media Center Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Sertifikat itu prosesnya akan dipercepat dengan jemput bola. Apabila sudah didata, dan ada yang belum (memiliki sertifikat), itu akan segera ATR mendatangi mereka," ujarnya menambahkan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini