Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diomeli Jokowi Soal Sertifikat Tanah, Ini Respons Menteri Ferry

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 11 April 2016 |16:41 WIB
Diomeli Jokowi Soal Sertifikat Tanah, Ini Respons Menteri Ferry
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN Ferry Mursyidan (Foto: Okezone)
A
A
A

BREBES - Ada kejadian menarik ketika kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di tengah-tengah acara peresmian program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat, Jokowi menegur secara tegas Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan.

Teguran ini bukannya tanpa alasan. Sebab, Jokowi baru saja mendengar keluh kesah dari salah seorang masyarakat yang mengaku menghabiskan dana hingga Rp1 juta dalam mengurus sertifikat tanah. (Baca juga: Jokowi: Dari Saya Lahir Hingga Saat Ini, Urus Sertifikat Tanah Lama!)

"Pak Menteri ATR, Ini bagaimana. Kok masih mahal urusnya sampai satu juta," tegas Jokowi kepada Ferry di Sub Terminal Agropolitan Desa Larangan, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

Menggapai hal ini, di hadapan para pewarta Ferry pun mengaku tak dapat menjawab pertanyaan Jokowi tersebut. Sebab, dirinya mengaku segan untuk membantah laporan masyarakat ke Presiden Joko Widodo.

"Saya masa membantah kan enggak enak. Kan saya enggak tau mereka urus ke siapa," jelas Ferry.

Menurut Ferry, selama ini Kementerian ATR telah menerapkan beberapa program, di antaranya adalah pengurusan sertifikat tanah secara online. Terkait laporan tersebut, Ferry menghimbau agar masyarakat dapat mengurus sertifikat tanpa perantara. (Baca juga: Urus Sertifikat Hingga Rp1 Juta, Jokowi Omeli Menteri Agraria)

"Prosesnya kan sudah terjadi. Sudah kita jelaskan. Kita juga sudah ada sistem teknologi dalam mengurus sertifikat," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement