JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan instrumen kebijakan moneter baru. Rencananya instrumen ini akan diumumkan pada Jumat esok hari dan dinamai BI Rate Seven Day Reverse Repo.
Meski belum diumumkan secara resmi, kebijakan disambut baik oleh para pelaku perbankan. CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menilai, kebijakan ini positif mengingat pemerintah menghimbau perbankan menurunkan tingkat suku bunga ke single digit.
"Kalau mau mengganti itu (BI Rate) dengan BI Rate Seven Day Reverse Repo, kami melihat sebagai suatu yang sangat positif karena impactnya akan lebih dekat lagi," katanya di Graha CIMB Niaga, Kamis (14/4/2016).
[Baca juga: Jumat, BI Umumkan Instrumen Moneter Baru]
Menurutnya, jika BI Rate Seven Day Reverse Repo dijadikan acuan, akan lebih mendekati dengan kenyataan yang ada di transaksi pasar.
"Langkah positif, karena repo lebih mungkin mendekati realita kenyataan untuk transaksi pasar," tambahnya.
Sebagai tambahan, Instrumen baru yang disiapkan BI kabarnya menggunakan acuan bunga ‘Reverse Repurchase Agreement (Repo)’. Tingkat bunga acuan Repo saat ini berada di 5,75 persen, sedangkan "BI Rate" berada di 6,75 persen.(rai)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.