JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berharap kebijakan yang diciptakan pemerintah harus memberikan dampak kepada sektor industri. Terutama dalam pencetakan lapangan kerja baru.
Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengakui saat ini kondisi ekonomi dalam negeri sudah mulai positif. Kendati demikian, dunia usaha masih menanti dampak dari implementasi kebijakan tersebut.
"Kita punya kebiasaan bagus dalam perencanaan lemah dalam implementasi, Kadin lakukan assessment kebijakan pemerintah dari I sampai XI, sejauh mau efektivitas, implikasi, dan dampaknya ke dunia usaha. Itu sedang dilakukan agar bisa melihat setiap kebijakan ada kerangka. Nah kerangka bagi kadin ialah dalam setiap kebijakan adalah penciptaan lapangan kerja," kata dia di Gedung BI, Kamis (28/4/2016).
Dia menyebut, dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, setiap tahunnya muncul 3 juta pencari kerja. Untuk itu, penciptaan lapangan kerja mutlak dibutuhkan. Hal ini harus dipertimbangkan pemerintah setiap ingin membuat kebijakan.
"Tiap tahun pertambahan pencari kerja 3 juta. Jadi mutlak ciptakan lapangan kerja jadi hal utama bagi pengambil kebijakan," katanya.
Untuk menuju ke arah sana, Rosan menilai perlu adanya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Sehingga kebijakan yang dilahirkan selaras dengan apa yang direncanakan oleh dunia usaha.
"Kalau enggak bisa gak sinkron. Ini yg kita rasakan dalam dunia kerja, mismatch dalam penyediaan lapangan kerja dan kebutuhan dunia industri masih ada. Oleh sebab itu kita bersama Menko dan Kementerian tenaga kerja buat task force samakan persepsi apa kebutuhan dunia usaha sehingga dari tenaga kerja bisa disesuaikan. Kalau enggak bisa mismatch," cetusnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.