JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan kehormatan lima duta besar (Dubes) yaitu Libya, Spanyol, Argentina, Iran, dan Sri Lanka.
Pertemuan membahas beberapa isu penting seperti upaya-upaya penguatan kerjasama pertanian, perdagangan komoditas pertanian dan investasi.
Amran mengatakan, khusus untuk Spanyol, akan dilakukan impor semen atau sperma beku sapi. Menurutnya, spanyol memiliki semen beku dengan tingkat keberhasilan hingga 90 persen.
"Kami undang mereka untuk invest di Indonesia khusnya gula, jagung dan sapi. Khusus spanyol itu punya semen beku. Ini menarik, karena tingkat keberhasilan samapai 90 persen Insya Allah semen beku datang dan tingkat keberhasilan mereka 90 persen. Itu sperma ya," tuturnya di Kementerian Pertanian, Selasa (24/5/2016).
Amran mengatakan, penggunaan semen beku ini menguntungkan, karena Indonesia tidak lagi perlu mengimpor sapi indukan. Belajar dari pengalaman, investor hanya beli sapi lokal induk lokal, mereka suntikan IB dan hasilnya bobot anaknya bisa 3-4 kali lipat dari pada sapi lokal.
"Artinya, kita ga perlu impor indukan cukup indukan dari situ kita bisa menarik kesimpulan, cukup indukan dalam negeri, biayanya murah bahkan, mungkin Rp50 ribu per ekor sapi sampai jadi satu ekor sapi dan lahir hargannya Rp7-8 juta per ekor," tuturnya.
"Kalau sapai lokal butuh waktu tiga tahun, kemudia dihargai tujuh juta. Ini sangat efisien dan sangat membantu kita," sambungnya.
Namun, Amran, tidak menyebutkan berapa banyak semen beku yang akan diimpor, yang pati satu-dua bulan lagi akan tiba semen beku Spanyol.
"Sebanyak-banyak tidak apa-apa. Kita punya indukan 4 juta. Kalo IB ini bisa menyelesaikan persoalan sapi dalam negeri, karena 3-4 kali lipat bobot sapi lokal sepeti sapai Brahman dan limosin," tandasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.