nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Proses BRIsat Mengudara di Langit Papua

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2016 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 09 320 1410560 begini-proses-brisat-mengudara-di-langit-papua-FXbALbKylS.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk bakal mengudara di Papua. Sebelumnya peluncuran Satelit BRI (BRIsat) mengalami penundaan. BRIsat yang seharusnya meluncur pada 8 Juni 2016 (waktu Kourou, Guyana Prancis) diubah menjadi 16 Juni 2016 (waktu Kourou, Guyana, Prancis) atau 17 Juni 2016 WIB.

"Saya sampaikan bahwa ini kan peluncuran, setelah itu kan arahnya menuju orbit. Kita meluncurkan di French Guiana dan dia orbitnya di atas langit Papua," papar Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam di Gedung Bank BRI, Kamis (9/6/2016).

Nantinya, Satelit memerlukan waktu 12 hari untuk sampai pada orbitnya. Selama proses peluncuran hingga mencapai orbit, yang bertanggung jawab atas satelit adalah pihak Space System Loral (SSL). Jika sudah sampai langit Papua dan berjalan lancar, satelit akan di serahkan ke pihak BRI.

"Di situlah dia hand over, menyerahkan dari SSL kepada BRI. Pada saat ini orbit kita connect ke stasiun bumi BRI kita. Kalau sudah jalan, baru kita lakukan hand over, diperkirakan bulan Agustus itu," tambahnya.

"Yang paling penting adalah semua ini masih di tangan SSL dan dia menyatakan bahwa ini peluncuran yg aman. Mereka luncurkan dua satelit BRISat dan Echostar," kata dia lagi.

Dirinya menuturkan, proses peluncuran mengalami penundaan selama delapan hari. Pihak Arianspace sendiri memproyeksikan penundaan peluncuran satelit BRI sekira lima sampai 10 hari.

"Final meting itu akhirnya diambil keputusan penundaan dilakukan sampai 8 hari, tidak sampai 10 hari," ucapnya.

Asmawi mengaku terus melakukan pertemuan secara intensif. Meeting demi meeting dilakukan di tiga tempat, antara lain, Guyanan, Paris dan Amerika.nSetelah melakukan sejumlah diskusi, satelit BRI diputuskan akan meluncur 16 Juni 2016 (waktu Kourou, Guyana Perancis).

"Tentunya kami sangat menghargai Airanspace repsonsif menyikapi masalah ini, tapi juga komunikasi di Paris melakukan pertemuan CEO dan dipimpin Steven, saya memimpin delegasi di Paris dengan adanya penundaan ini sekarang sudah mentapkan 16 Juni 2016," tukasnya.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini