Menurut Musdalifah, sapi wagyu bibitnya saja sudah mahal sekali. Tidak hanya itu tempat hidupnya harus nyaman dan minimal pakai AC.
"Saya pernah ke Jepang produksi sapi wagyu itu disana sapinya di urut dengan wine yang ditaruh diember kemudian di pijit-pijit sapinya yang sambil dengerin musik. Itulah mahalnya sapi ini," cerita Musdalifah kepada Okezone.
Musdalifah mengatakan, jika ditanya apa bedanya sebenarnya sama saja. Tapi, memang rasa dagingnya itu enak, empuk, gurih dan tidak salah bila dihargai per porsi Rp2,5 juta. Sebenarnya, saat ini di Lampung sapi wagyu sudah dikembangkan, namun pangsa pasar wagyu cukup segmented.
"Ya pasarnya enggak banyak. Saya saja pikir-pikir lagi kalau mau beli. Itu tertentu saja, selektif konsumen," tuturnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.