JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebutkan, dari 22 juta pelanggan 900 va yang selama ini mendapatkan subsidi listrik, hanya sekitar 4,1 juta yang berhak mendapatkan.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir usai acara PLN Peduli Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa, di JCC, Jakarta, semalam.
Dia menyebutkan, setidaknya sekitar 18 juta pelanggan yang selama ini masuk sebagai pelanggan 900 va tidak layak mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah.
"Dari total pelanggan 900 va itu 4,1 juta yang layak dikasih subsidi, kan tadinya ada 22 juta yang layak keluar dari 900 va itu yang layak di subsidi itu hanya 4,1 juta, jadi ada 18 juta yang tidak layak diberikan subsidi.
Sofyan mengatakan, hasil perhitungan PLN mengenai daftar pelanggan 900 va yang berhak mendapatkan subsidi telah dilaporkan kepada Kementerian ESDM selaku regulator yang membawahi perusahaan pelat merah tersebut.
Mengenai implementasi peralihan 18 juta pelanggan 900 va yang tidak layak disubsidi dan harus pindah menjadi pelanggan berkapasitas 1.300 va, masih menunggu keputusan pemerintah. "ESDM sudah tahu, tinggal nanti kapan pelaksanaannya, apakah nanti di 1 Juli atau di 1 Agustus, nanti tinggal tunggu keputusan dari pemerintah," tandasnya.
Diketahui, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah pelanggan rumah tangga golongan 450 VA sebanyak 22,8 juta rumah tangga.
Sedangkan jumlah pelanggan rumah tangga golongan 900 VA sebanyak 22,3 juta rumah tangga. Adapun berdasarkan verifikasi data TNP2K, hanya 4 juta pelanggan 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi. Sekitar 18 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 VA akan dialihkan ke golongan nonsubsidi 1.300 VA.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.