Sasmito menambahkan, impor ini bisa saja dilakukan akibat adanya beberapa kasus penyanderaan WNI di Filipina. Untuk itu, Indonesia saat ini tengah waspada apabila sewaktu-waktu harus mengirimkan pasukan.
"Kalau Filipina juga membolehkan pasukan kita, kita juga harus antisipasi ya," jelasnya.
"Tapi umumnya (yang melakukan impor) pemerintah. Ini kebutuhan pemerintah," tutupnya.
Untuk diketahui, impor bom hingga tank ini dilakukan bersamaan dengan impor barang modal. BPS mencatat, impor barang modal memang tercatat kenaikan sepanjang Juni 2016.
Berdasarkan data BPS, impor mesin dan peralatan mekanik tercatat mengalami kenaikan 18,06 persen pada bulan Juni 2016 dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan impor besi dan baja juga mengalami kenaikan impor sebesar 26,94 persen.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.