Namun, juru bicara Temasek, Stephen Forshaw, mengatakan tidak membenarkan transaksi tersebut. "Kami tidak mengomentari spekulasi pasar atau rumor," kata dia dalam surat elektornik.
Temasek, yang memiliki aset lebih dari 50 persen di China dan Singapura, mengatakan bahwa nilai valuasi sahamnya turun 9 persen menjadi 242 miliar dolar Singapura, pada 31 Maret. Selain itu, Temasek juga tercatat melakukan investasi sekira 30 miliar dolar Singapura dalam 12 bulan yang berakhir Maret, sementara divestasi mencapai 28 miliar dolar Singapura.
SMRT saat ini mengoperasikan tiga jalur rel metro di Singapura, sementara saingannya SBS Transit Ltd memegang dua rel. Singapura berencana membangun enam rel, yang akan mulai beroperasi pada 2019.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.