JAKARTA- Pengampunan pajak atau tax amnesty menjadi perbincangan beberapa kalangan salah satunya industri properti. Banyak kalangan meyakini, bahwa tax amnesty dapat mendorong perbaikan ekonomi nasional.
Para pengamat menilai kebijakan ini bisa mendatangkan pemasukan hingga ratusan triliun Rupiah. Sementara menurut Bank Indonesia, tax amnesty bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 0,3 persen. (Baca juga: Sektor Properti Baru Bisa Nikmati Dampak Tax Amnesty Tahun Depan)
Menurut Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land (APL) Indra Wijaya Antono, yang paling penting dalam tax amnesty adalah kesuksesan pemerintah dalam menyosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, kepastian hukun, dan policy menjadi hal yang penting dalam pengenalan tax amnesty.
“Yang paling penting dalam tax amnesty ini bukan hanya mempengaruhi sektor properti saja, tapi juga efeknya ke semua aspek ekonomi. Tapi sebelum itu, sosialisasi tax amnesty ini harus sukses dulu. Pengertian tax amnesty ini betul-betul dipahami oleh masyarakat, jadi tidak ada keraguan. Tapi sosialisasinya cukup enggak nih sampai tempo yang diberikan,” jelasnya di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Sebelumnya, associate director residential sales & leasing Colliers, International Aleviery Akbar mengatakan, adanya pengampunan pajak akan membuat pertumbuhan properti di Indonesia menjadi menarik. “Tentu saja, secara makro akan mempengaruhi stabilitas harga, dan menarik orang berani pinjam (beli KPR) dengan bank,” katanya. (Baca juga: Manfaatkan Tax Amnesty, BTN Siapkan Imbal Hasil 12%)
Dia juga menjelaskan bagaimana, nantinya pihak bank akan memberikan kemudahan bagi konsumen dengan menurunkan suku bunga KPR dan aturan besaran uang muka untuk rumah pertama.
Kata Aleviery, ini peluang yang baik untuk pengembang, karena permintaan rumah akan meningkat, meskipun dampaknya tidak bisa dirasakan tahun ini.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.