Share

Peringkat Turun, Dirut Pertamina Salahkan Harga Minyak Dunia

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2016 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 26 320 1447487 peringkat-turun-dirut-pertamina-sebut-karena-harga-minyak-Zn2yyiW3aE.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - Fortune Global 500 merilis daftar perusahaan terbaik di kancah internasional. Dalam daftar terbaru perusahaan terbesar dunia, wakil Indonesia, PT Pertamina (Persero) mencatat penurunan 100 peringkat menjadi ke peringkat 230 dari sebelumnya di 130 pada 2015.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, peringkat tersebut diuji atas dasar revenue. Pertamina pakai harga minyak sebagai dasar perhitungan, kenika harga minyak menurun otomatis revenue-nya turun.

"Itu kan di luar kontrol kita kan. Jadi pada saat harga minyak kembali ke lebih tinggi kita akan dapat ranking lebih baik lagi, lebih dari itu tentu kita upaya-upaya menaikan revenue dan ini menjadi tugas management," ujar Dwi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Dwi menambahkan, peringkat Fortune Global 500 tentu menjadi acuan perseroan dalam meningkatkan kinerja. Seperti target di awal, Pertamina akan mengejar peringkat 50 sebagai perusahaan terbaik di dunia.

"Tugas awal kita masuk di peringkat 50. Cuma memang di aat berjuang menaikan itu, revenue turun. Tapi kendala akan kita carikan solusinya dan mencari pendapatan lainnya," tuturnya.

Sebagai informasi, Fortune mencatat, revenue Pertamina USD41,76 miliar pada pembukuan 2015, turun 40,9 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD70,6 miliar.

Laba Pertamina juga turun 5,6 persen menjadi USD1,42 miliar. Sementara aset juga mengalami penurunan menjadi USD45,5 miliar dari sebelumnya USD50,3 miliar. Sementara jumlah karyawan tercatat naik menjadi 27.971 orang dari sebelumnya 27.429 orang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini