JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku masih mengkaji ulang realisasi penerimaan pajak Indonesia di 2016. Hal itu dilakukan lantaran kegiatan perekonomian di sektor-sektor yang selama ini menyumbang pajak cukup besar tengah terganggu.
Sri Mulyani menyebutkan, sektor-sektor yang tengah mengalami penurunan seperti komoditas yang tengah menurun harganya, batubara, CPO, migas, tambang.
"Saya sekarang sedang meneliti seluruhnya berdasarkan kantor wilayah, kegiatan ekonomi, penurunan Itu kita enggak bisa kontrol karena memang harganya turun, jadi perusahaan juga alami penerimaan yang menurun," kata Sri Mulyani di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016).
Kendati demikian, kata Sri Mulyani, pemerintah akan melihat potensi penerimaan pajak dari aktivitas perekonomian yang lain yang masih belum terkena pungutan pajak.
[Baca juga: Sri Mulyani Sebut Pemeriksaan Pajak seperti 'Pisau']
"Karena di beberapa Tempat banyak aktivitas ekonomi, yang tadi disampaikan berdasarkan aktivitas yang selama ini tidak dilaporkan, seperti tadi perusahaan banyak punya omzet di atas Rp5 miliar, tidak mempunyai NPWP, Itu kan juga potensi yang masih bisa kita lakukan, jadi kita akan lakukan secara seimbang," tambahnya.
Mengenai hal-hal atau faktor di luar kontrol pemerintah, seperti harga komoditas yang mengalami penurunan karena pasar global tengah tidak bergairah, harus dimitigasi dengan langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya.
"Jadi, Saya akan lihat sampai September kemudian berapa jumlah pendapatan yang bisa dimobilisir, sesudah kita lakukan seluruh kemampuan kita untuk mendapatkan penerimaan pajak," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Sri Mulyani, juga akan menyisir hal-hal yang masih bisa dihemat pada anggaran belanja pemerintah. Arahan Presiden Jokowi, anggaran pembangunan infrastruktur tidak boleh dikurangi secuil pun lantaran berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, kegiatan ekonomi produktif.
"Jadi Itu adalah area yang harus tetap diprioritas dan dijaga, sementara Kalau ada aktivis yang dianggap tidak prioritas, kita akan mulai lakukan langkah-langkah untuk bisa dapatkan instruksi dari presiden dan kemudian juga para menteri untuk mulai melakukan penelitian keborosan-keborosan," tutupnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.