Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Brand Bikini Snack, Heboh karena Slogan Kata 'Bersayap'

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 04 Agustus 2016 |15:05 WIB
<i>Brand</i> Bikini Snack, Heboh karena Slogan Kata 'Bersayap'
Bikini Snack (Foto: Pembaca)
A
A
A

JAKARTA - Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan munculnya makanan ringan atau snack dengan brand Bikini alias singkatan dari ‘Bihun Kekinian’. Snack Bikini menuai kontroversi karena bungkusnya yang bergambar perempuan dewasa menggunakan bikini.

Namun bukan hanya tampilannya saja yang diprotes masyarakat. Tag line atau slogan yang digunakan 'remas aku' juga dianggap sebagai kalimat porno.

Pakar Bisnis Rhenald Kasali menilai, sejatinya penggunaan kalimat konotasi sering digunakan untuk menciptakan suatu karya. Namun sayangnya konotasi yang sifatnya emosional bisa memercik perhatian publik.

"Ini memang menjadi dilema karena proses kreatif banyak dipakai oleh orang-orang kreatif dengan tema yang sifatnya konotasi," kata dia kepada Okezone, Kamis (4/8/2016).

Penggunaan kata konotasi inilah yang terjadi pada slogan Bikini Snack. Kata 'remas' bisa saja diartikan meremas untuk menghancurkan mi.

Tapi di sisi lain, kata remas juga bisa diartikan negatif seperti remas dada. Kata 'remas' di sini dikuatkan dengan kata 'aku'. Rhenald bilang, seharusnya pemilik tidak menggunakan kata aku yang notabene adalah kata ganti orang.

"Kata remas memang konotasinya bersayap, satu sisi minya garing jadi remes saja, tapi juga bisa remas dada," tambah dia.

Penggunaan kata bersayap ini yang menyebabkan iklan Bikini Snack menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

"Kata bersayap tergantung kehebohan publik, kalau publik mempersoalkan menjadi berita seakan-akan itu porno, maka bisa jadi trouble bagi si pengiklan," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement