Hanya saja, saat ini DBS masih kesulitan untuk menerbitkan instrumen yang telah bagi nasabah. Penyebabnya adalah masih adanya pengaruh dari krisis ekonomi yang terjadi tahun 2008 lalu.
"Ada interest produk yang mungkin karena krisis 2008 jadi sulit menerbitkan," imbuhnya.
Hanya saja, DBS memastikan tetap akan mendukung Indonesia dalam penerapan program tax amnesty. Upaya pemerintah untuk mengembalikan aset WNI di luar negeri pun disambut positif oleh bank asal Singapura ini.
"DBS menyambut naik keputusan pemerintahan dan kita komitmen untuk mendukung," tutupnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.