Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS: Gini Ratio Maret 2016 Turun ke 0,397%

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2016 |09:26 WIB
BPS: Gini Ratio Maret 2016 Turun ke 0,397%
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat gini ratio Indonesia per Maret 2016 sebesar 0,397 persen. Angka koefisien gini ini lebih rendah dibandingkan periode September 2015 sebesar 0,402 persen.

"Menurut dibandingkan Maret 2015 (0,408 dan September 2015 sebesar 0,402). Artinya ada perbaikan,"ujar Suryamin di Kantor BPS Pusat Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Menurut klasifikasi daerah, BPS mencatat gini ratio di perkotaan menurun dari September 2015 sebesar 0,419 menjadi 0,410 pada Maret 2016.. Sedangkan di pedesaan, gini ratio pada September 2015 sebesar 0,329 menjadi 0,327 pada Maret 201.

Adapun penyebab utama dari turunnya gini ratio di antaranya adalah Telah terjadi peningkatan pengeluaran untuk kelompok 40 persen menengah sementara 20 berpengeluaran tertinggi terjadi penurunan, artinya ada pemerataan.

"Ini bukan karena penurunan dari pendapatan, tapi dari sisi pengeluaran perkapita justru meningkat,"ujarnya.

Seperti diketahui, rilis gini ratio ini dilakukan per 6 bulan, yaitu per Maret dan per September setiap tahunnya. Pemerintah menargetkan gini ratio akan kembali turun pada tahun 2017 mendatang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro pun berharap bahwa gini ratio Indonesia dapat turun hingga 0,1 persen pada tahun 2017 mendatang.

"Lalu untuk koefisien gini saat ini 0,4. Tidak mudah turunkan 0,01. Tapi 0,39 menurut kami meskipun tidak mudah untuk dicapai tapi akan tercapai. Kita akan fokus ke program pembangunan," ujar Bambang belum lama ini.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement