Bank sentral, lanjut dia, menargetkan 300 ribu hingga 400 ribu agen layanan keuangan digital (LKD) di seluruh Indonesia untuk turut mendongkrak GNNT.
Hingga saat ini, sudah ada 106.404 agen LKD yang tersebar di 485 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Penerima beras miskin tidak langsung menerima beras tetapi masuk ke rekening nantinya uang baru bisa dibayarkan ke Bulog ketika ia (penerima bantuan) 'swipe' (gesek kartu) di warung yang menjadi agen," imbuhnya.
Meski pihaknya menggalakkan program GNNT, namun dalam pelaksanaannya masih menemukan sejumlah kendala seperti perilaku masyarakat yang lebih percaya dengan uang tunai.
"Itu tantangan yang sangat besar karena mereka lebih percaya dengan uang tunai," ucapnya.