Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Deutsche Bank Anjlok, Qatar Kehilangan Miliaran Dolar AS

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 05 Oktober 2016 |05:48 WIB
Saham Deutsche Bank Anjlok, Qatar Kehilangan Miliaran Dolar AS
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

QATAR – Para investor pemilik saham Deutsche Bank kini harus rela merugi. Soalnya, harga saham Deutsche Bank kini semakin anjlok.

Dilansir dari laman CNN Money, kini saham Deutsche Bank hanya bernilai 624 juta euro atau setara Rp9,107 triliun. Dengan kata lain, kurang sekitar 1,13 miliar euro atau Rp16,492 triliun dari yang Qatar pernah bayarkan.

Pada 2014 negara teluk nan kaya ini pada 2014 berjuang membeli kembali dari pemberi pinjaman asal Jerman, ketika disuntikkan senilai 1,75 miliar euro atau setara Rp25,541 triliun (mengacu kurs Rp14.595 per euro) dengan imbalan sekitar 60 juta saham.

Sepanjang 2016 ini saja, saham telah jatuh lebih dari 50 persen, dan 17 persen selama bulan ini saja. Ada beberapa faktor yang membuat para investor ini berjalan menuju pintu keluar dan membuat anjloknya harga saham. Pertama, akibat kekhawatiran tentang kemampuan bank untuk menciptakan uang, dan apakah itu mampu membuat AS membayarkan denda akibat dari kegiatannya menjual hipotek beracun pada satu dekade lalu.

Mantan Perdana Menteri Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani, yang memiliki Deutsche Bank (DB) saham melalui dua perusahaan investasi terdaftar Karibia, meningkatkan kepemilikannya pada 2015, dan kembali menambah kepemilikan sahamnya beberapa bulan lalu. Alhasil, ini membuat dirinyamenjadi pemegang saham tunggal terbesar setelah Blackrock (BLK).

Bank mengungkapkan pada Juli bahwa perusahaan Qatar yakni Paramount Services Holdings dan Supreme Universal Holdings yang masing-masing hanya memiliki saham di bawah 5 persen.

"Kami sangat senang bahwa para pemegang saham asal Qatar kami adalah perbankan pada keberhasilan Deutsche Bank seperti yang ditunjukkan melalui kepemilikan jangka panjang mereka," kata Direktur Deutsche Bank Paul Achleitner dalam sebuah pernyataan pada bulan Juli.

Sebagai imbalannya, Al Thani harus mencalonkan direktur untuk dewan pengawas Deutsche ini.

Tapi loyalitas Qatar berbiaya mahal. Tidak jelas berapa banyak kerajaan Qatar yang dibayar untuk saham tambahan yang dia beli pada 2015 dan awal tahun ini, namun saham telah anjlok terus-menerus, dan akumulasi kerugian holding bisa lebih dekat ke USD2 miliar.

Negara-negara kaya minyak dan gas di Timur Tengah telah berinvestasi kekayaan mereka di perusahaan global dan bank sebagai bagian dari strategi untuk menghasilkan alternatif aliran pendapatan.

Qatar datang untuk menyelamatkan Barclays (BCS) selama krisis keuangan global, menyuntikkan miliaran poundsterling dan membantu bank Inggris menghindari bailout pemerintah. Ini masih pemegang saham terbesar dengan sekitar 6 persen.

Ini juga merupakan tiga investor teratas di Credit Suisse (CS).

Ketiga bank mengeluarkan banyak dana dan merombak bisnis mereka. Tapi itu mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum Qatar melihat pengembalian investasi. Saham Barclays turun 25 persen sepanjang tahun ini, dan Credit Suisse telah kehilangan 40 persen.

CEO Bank Swiss Tidjane Thiam dilaporkan telah mengatakan bahwa bank-bank Eropa berada dalam situasi yang sangat rapuh dan tidak benar-benar cocok sebagai salah satu sektor investasi.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement