Irwan menjelaskan, sisanya lebih dari 4.000 km merupakan pipa distribusi yang memasok gas bumi langsung ke konsumen, seperti ke rumah tangga, industri, komersial (pusat belanja, hotel, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), hingga pembangkit listrik.
Irwan menambahkan, dengan jumlah pipa sepanjang 2.400 km yang dimiliki berstatus open access, PGN merupakan perusahaan yang sudah meng-open access kan pipanya paling panjang dibanding perusahaan gas yang ada di Indonesia.
"Belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki pipa gas open access sepanjang yang dimiliki PGN. Apalagi 6.470 km lebih pipa yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini, merupakan 76 persen dari seluruh pipa gas bumi di Indonesia," ungkap Irwan.
Pelanggan gas bumi PGN pun bervariasi, tidak hanya industri kecil dan besar, tetapi mal di berbagai daerah di Indonesia menikmati gas dari PGN. Berikut beberapa mal-mal yang menikmati gas bumi dari PGN, mulai dari Grand Indonesia Mall, Jakarta, KFC Plaza Senayan, Jakarta, Pluit Village Mall, Jakarta, KFC Cirebon Mall, Cirebon, Mega Mall Batam, Batam, Emporium Pluit, Jakarta, Mall Ambassador, Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Central Park, Jakarta, Mall of Indonesia, Jakarta, Grand City, Surabaya
Irwan mengatakan, mal-mal yang menggunakan gas bumi dari PGN ini tak hanya untuk keperluan memasak di dapurnya, tetapi juga digunakan untuk pembangkit listrik milik mal tersebut. Tak hanya mal, PGN juga semangat membumikan gas bumi di Tanah Air untuk sektor rumah tangga, restoran, transportasi, hotel hingga pembangkit listrik.
Okezone pun berkesempatan menelurusi pemanfaatan gas bumi PGN yang menunjang kehidupan masyarakat luas, mendorong perekonomian nasional dan penguatan daya saing. Salah satunya adalah sopir bajaj yang meraih untung dengan menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah satu sopir bajaj bernama Ahmad Jaeni (56) mengatakan, dengan beralih mengonsumsi BBG, pendapatan bersih yang didapatnya per hari masih cukup tergolong lebih tinggi. Adapun rata-rata pendapatan bersih yang diraup Rp30 ribu-Rp50 ribu per hari.
"Enakan ini (pakai gas). Suaranya juga lebih halus. Kalau Premium lebih banyak keluarin duit. Ya Alhamdulillah semenjak bajaj pakai bahan bakar gas, saya bisa dapat Rp30 ribu sampai Rp50 ribu lah," ucapnya ketika berbincang dengan Okezone di MRU Lapangan IRTI Monas, Jakarta.
Mobile Refueling Unit (MRU) atau bisa juga dikenal sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) berjalan milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) setiap harinya membawa pasokan bahan bakar gas (BBG) sekira 5.000 liter. Dengan kapasitas ini bisa menyalurkan BBG untuk ratusan bajaj setiap hari.
"Pagi sampai malam sekitar 600 bajaj yang datang ke sini buat ngisi gas. Pasokan BBG-nya 200 bar atau 5.000 setara liter Premium," ucap Operator MRU PGN Lapangan IRTI Monas, Erpin, ketika berbincang dengan Okezone.
Tak hanya sopir bajaj, jaringan gas pipa PGN juga memberikan manfaat bagi pelanggan rumah tangga yang selama ini menikmati manfaat jaringan gas (jargas) dari PGN adalah para penghuni Rumah Susun (Rusun) Kebon Kacang, Jalan Kebon Kacang 9, Jakarta Pusat. Mereka adalah Yuningsih (45). Ibu rumah tangga (IRT) dan Risa (26)
Yuningsih mengaku, telah menetap di kawasan rusun ini selama 20 tahun lama. Selama itu pula lah dirinya telah memanfaatkan gas bumi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Dia mengaku, dalam satu bulan hanya mengeluarkan biaya rata-rata Rp40 ribu-Rp50 ribu per bulan. Nominal tersebut dikatakan dia sangat terjangkau ketimbang harus rutin membeli gas dalam bentuk tabung ukuran 12 kg dengan harga di kisaran Rp150 ribu.
"Gas di sini untuk rumah tangga paling Rp50 ribu per bulan. Murah lah kalau dibandingkan beli gas tabung," ucapnya ketika berbincang dengan Okezone di rumahnya, Rusun Kebon Kacang.
Sementara itu, Risa mengaku lama kelamaan rasa keraguan dan ketidakbiasaan menggunakan pipa gas bumi tersebut tersingkirkan. Akhirnya, Risa bersama anggota keluarga yang lainnya pun terbiasa memanfaatkan gas bumi milik PGN.
Risa bersama keluarganya pun enggan beralih kepada kebiasaan semulanya yang menggunakan tabung gas. Alasan lainnya, pemanfaatan gas bumi ini lebih aman dan hemat ketimbang menggunakan tabung gas.
PGN takkan pernah berhenti memperluas jaringan gas bumi untuk mencapai target. Setidaknya, PGN sudah merampungkan beberapa proyek, seperti jaringan pipa gas di Mojokerto-Jombang sepanjang 27 kilometer (km), proyek jaringan gas di Nagoya, Batam dan memperluas jaringan gas bumi khususnya ke rumah tangga, salah satunya ke beberapa perumahan di Batam, Kepulauan Riau sepanjang 10,6 km. PGN juga sedang merampungkan proyek pipa gas di kawasan industri Wijaya Kusuma, Semarang, Jawa Tengah sepanjang 9 kilometer (km).
Apa yang dilakukan PGN dalam membumikan gas bumi di Indonesia berbuah hasil dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2 triliun atau USD152 juta pada semester I-2016. PGN juga membukukan pendapatan bersih USD1,44 miliar atau meningkat USD23 juta dibandingkan periode sama 2015 sebesar USD1,42 miliar. Laba operasi PGN tercatat USD262 juta. Sementara ebitda USD431 juta atau naik USD14 juta dibandingkan periode sama 2015 sebesar USD417 juta.
Selama periode Januari-Juni 2016, PGN menyalurkan gas 1.613 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau naik dibandingkan periode sama 2015 sebesar 1.554 MMSCFD. Rinciannya, volume gas terdistribusi 796 MMSCFD atau naik dibandingkan 790 MMSCFD pada 2015 dan volume transmisi gas 816 MMSCFD atau naik dibandingkan 763 MMSCFD.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.