Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

INSPIRASI BISNIS: Budidaya Ikan Beromzet Jutaan Rupiah per Hari

Erie Prasetyo , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2016 |06:07 WIB
INSPIRASI BISNIS: Budidaya Ikan Beromzet Jutaan Rupiah per Hari
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

MEDAN - Namanya Putra (26), sudah beragam kerjaan yang dilakukannya. Mulai dari bekerja di pabrik, menjadi buruh, membuka usaha doorsmeer dan lainnya. Itu pun sulit didapatnya dan sulit berkembang.

Sejak dulu, cita-citanya jadinya menjadi personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, kecelakaan sepeda motor beberapa tahun lalu, mengurungkan langkahnya tersebut.

Tahun 2011, pria anak dua yang memiliki nama asli Putra Wiragama, mulai melirik dan mengikuti jejak ayahnya, Mukhlis dengan memulai beternak ikan hias dan ikan konsumsi.

Berbekal hobi dan ilmu dari orangtuanya itu, Putra pun berani fokus hingga terciptanya peternak ikan yang dinamakan "Aquarium Eka".

Setelah mulai memahami dan mengetahui berbagai jenis ikan hias dan ikan konsumsi, ia pun mengembangkan langkah dengan memasarkan hasil ternaknya.

"Awalnya sih ikuti hobi bapak, dan saya tergiur, setelah melihat ikan yang kami pelihara bisa dijual dari hasil perkembangbiakan yang kami lakukan," tutur Putra, Senin (11/10/2016).

Lama kelamaan, pemasaran penjualan ikan hias miliknya yang dikelola di lahan seluas 1 rantai atau 400 meter persegi di belakang rumahnya di Jalan Pendidikan, No. 28, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara sudah melayani sedikitnya 80 konsumen baik itu pedagang kecil, toko, maupun peternak atau penghobi ikan hias.

"Hasilnya lumayan lho bang. Saya enggak harus kerja di luar, hanya menekuni bisnis ini saya. Dalam sehari, ada saja yang beli dan memesan ikan hias serta ikan konsumsi. Paling sedikit omzet berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari," ungkapnya.

Saat ini, dalam mengembangkan bisnis budidaya ikan hias dan ikan konsumsi miliknya, ia harus mempekerjakan tiga orang pegawai dalam mengurus ternak ikannya serta ikut dalam urusan penjualannya.

"Biasanya para konsumen yang datang dan sebagian juga dikirim. Kalau bagi toko-toko yang tidak bisa menjemputnya, pekerja saya lah yang mengantarnya," kata Putra.

Dijabarkannya, sedikitnya ada 150 jenis ikan yang meramaikan puluhan kolam bersekat yang dikelolanya. Diantaranya ada berbagai jenis ikan koi, moli, laohan dan sebagainya. Sedangkan untuk ikan konsumsi bibit, mulai dari ikan jenis sepat, lele, gurami, nila dan lainnya.

Dalam merawatnya, pria lulusan SMA ini juga mengaku tak begitu sulit, asalkan memiliki kecintaan terhadap ikan yang dipeliharanya. Bahkan, bagi pemula atau belum hobi, ia bisa menjamin bisa melakukannya, asalkan punya kemauan.

Ia dan ayahnya juga tak keberatan bagi yang ingin sharing ataupun bertanya mengenai ikan peliharaannya, untuk para pencinta atau peminat ikan hias yang ingin mencobanya di rumah atau di tempatnya.

"Silakan, datang saja ke sini. Pasti bisa," ajaknya, sembari meyakinkan.

Mengenai tips pemelihara ikan hias, menurutnya harus memperhatikan kebersihan kolam serta kebutuhan ikan. Seperti kondisi kolam, makanan, gejala ikan sakit sampai ikan yang akan bereproduksi.

Putra menyebut, apabila keadaan kolam terbuka, tak semua jenis ikan tahan akan masuknya air hujan. Untuk itu, putra harus siap-siap mengganti airnya, agar ikan tak mati.

"Biasanya kalau musim penghujan seperti ini, ikan hias yang kolamnya terbuka, sering terkena jamur pada tubuhnya. Untuk itu, kolam harus bersih, Ph air harus 6-7 kadar air. Dalam seminggu, setidaknya air 3-4 kali diganti. Kalau ada yang terserang penyakit, ikan harus dimainkan tempatnya (terpisah). Harus diberi obat biru yang namanya Metalik Blue," jelas Putra.

Bagi ikan indukan, sambungnya, biasanya dipetakan di kerambah-kerambah berbentuk jaring yang terdapat lubang-lubang kecil. Gunanya untuk memudahkan anak ikan yang baru melahirkan melepaskan diri dari komunitas indukan.

"Harus dipisahkan antara indukan dan anakan. Jadi setiap indukan, nantinya akan kawin dan melahirkan. Anaknya dengan sendirinya keluar dari lubang kerambah dan kita pisahkan kembali indukannya. Hal itu dilakukan agar anakan tak diganggu induknya atau tak dimakan induknya," sebutnya.

Biasanya, tanda ikan akan melahirkan, ditandai dengan posisi ikan sering menukikkan kepalanya ke bawah dan kerap berada dibawa air dengan. Sedangkan bagi ikan yang terserang penyakit, kerap berada di atas air. Maka segeralah, Putra membubuhkan obat dan melainkan ikan tersebut.

Di dalam pemasaran, ia juga mengaku sudah mengisi ke berbagainkota dan Provinsi selain mengisi di setiap toko ikan hias yang ada di Medan dan kepada setiap pengecer yang datang ke rumahnya. Bagi yang di luar kota, Putra awalnya memasarkan lewat jalur situs belanja online hingga berlangganan.

"Kalau di Medan ada berbagai Toko ikan hias yang berlangganan dengan kita. Lain lagi konsumen eceran yang datang ke rumah dan orderan dari Kota atau Provinsi seperti, Pekan Baru, Riau, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lainnya," bilangnya.

Sementara pak Mukhlis, masih aktif dalam memantau usaha yang sekarang dikendalikan oleh Putra. Hal itu disebabkan, setelah pria berusia 54 tahun ini sudah tak begitu bugar dan sering sakit-sakitan.

"Sekarang anak saya si Putra yang mengelolanya. Awalnya saya namakan peternakan ikan ini dengan nama, Eka, dia anak saya yang terakhir setelah si Putra. Sekarang, para pembeli dan konsumen mengenalnya ternak ikan Putra, karena sudah dia yang mengelola. Kalau saya, sudah lama sakit-sakitan," ujar bapak 2 orang anak ini.

Dikatakan pria asal berdarah Padang ini lagi, ilmu beternak ikan hias dan ikan konsumsi yang dimilikinya berasal dari hobi dan rasa cinta terhadap ikan. Dia juga tak malu mengakui mempertebal ilmunya lantaran berkat para peternak terdahulu yang pernah didapatnya.

"Dulu, saya hanya iseng-iseng beternak ikan saja. Kalau saya tak tahu, saya sering datang sampai ke luar kota untuk menemui peternak ikan. Saya sering datang kepeternak itu dengan bawa gula, pisang goreng, teh dan lainnya. Lama kelamaan, orang tersebut tak segan memberikan ilmunya kepada saya," akunya.

Ditambahkan pak Muklis lagi, bagi penghobi maupun pemula, tidaklah sulit. Apalagi bagi bagi peternak, yang intinya harus fokus kecuali sudah duduk. "Enggak ada yang sulit kalau kemauan kita tinggi dan mencintai ikan. Saya kalau sudah masuk ke kolam, sering becakap-cakap sama ikan itu. Jadi, mereka merasa bersatu. Sebagaimana kita mengurusi anak. Nanti dapat itu," pungkas, pak Mukhlis.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement