Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Tak Ingin Alumni STAN Ikuti Jejak Gayus Tambunan

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 19 Oktober 2016 |10:26 WIB
Sri Mulyani Tak Ingin Alumni STAN Ikuti Jejak Gayus Tambunan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani. (Foto: ANT)
A
A
A

JAKARTA - Nama besar Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pernah tercoreng beberapa tahun lalu, di mana salah satu alumninya kedapatan melakukan korupsi. Dia adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Tambunan.

Saat menghadiri acara wisudawan PKN STAN 2016 hari ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali mengingatkan para wisudawan mengenai adanya contoh buruk alumni STAN. Dirinya pun meminta, para lulusan PKN STAN yang hari ini diwisuda melihat contoh alumni STAN yang terbaik baik bukan yang terburuk.

"Sebagai alumni STAN, Anda punya role model alumni STAN. Banyak contoh alumni STAN yang baik, ikuti mereka. Saya berpesan, Anda menjauhi dan memusuhi Alumni STAN yang buruk dan merusak nama STAN," tegas Sri, di Sentul International Convention Center (SICC), Jalan Jenderal Sudirman No.1 Sentul City-Jawa Barat, Rabu (19/10/2016).

Sri mengatakan, sebagian besar dari lulusan akan berada atau bekerja di Kementerian Keuangan. Mantan salah satu direktur World Bank ini pun berharap, lulusan PKN STAN dapat bekerja secara kompetitif dan profesional nantinya.

"Saya ingin sampaikan bahwa kalau Anda bekerja di Kemenkeu, Kementerian ini mencoba terus melakukan reformasi. Kemenkeu adalah tempat bagi yang memiliki jiwa profesional dan komitmen,"ucap Sri.

Sekedar informasi, lanjut Sri Mulyani, PKN STAN memiliki jebolan atau alumni yang berpengaruh pada negara. Misalnya saja, Sudirman Said sebagai mantan Menteri ESDM, kemudian Heru Pambudi sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta masih banyak yang lainnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement