JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang tetap stabil dalam beberapa minggu kemarin di kisaran Rp13.000 per USD memang menjadi berkah baik para importir. Namun, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) mengaku tidak mendapatkan berkah penguatan Rupiah.
"Kita tetap 60 persen untuk ekspor, 40 persen lokal. Dan juga pembelian kita naturally hatch. Jadi kita tidak terpengaruh dengan dolar AS turun atau naik," ujar Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto di Jakarta, Kamis (20/10/2016) malam.
"Jadi product match tetap dilakukan oleh SRIL karena itu adalah strategic pokok daripada kita untuk diserfikasi product itu karena kita tidak bisa untuk menggantungkan satu product saja dan cuma satu negara saja," katanya lebih lanjut.
Menurutnya, dengan melakukan diversifikasi produk, maka perusahaan akan lebih tahan terhadap risiko-risiko ekonomi, terutama krisis ekonomi. Selain itu, dia menambahkan akan meningkatkan kerjasama ekspor dengan negara-negara yang saat ini sudah menjalani kerjasama dengan perusahaannya.
"Saat ini kita malah lebih improving customer yang ada. Jadi kita mencari RND product-product yang baru tadi. Product baru itu biasanya variated-nya lebih tinggi, karena its new item, item baru yang bisa dijual lebih mahal," tambahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.