PT Len Garap Persinyalan Kereta Api di Bangladesh Senilai USD25 Juta

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 22 Oktober 2016 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 22 320 1521816 pt-len-garap-persinyalan-kereta-api-di-bangladesh-senilai-usd25-juta-5SrYDuzTHp.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANDUNG - Sukses menggarap persinyalan kereta api di dalam negeri, kini PT LEN Industri (Persero) mulai merambah bisnisnya di mancanegara. Melalui anak perusahaannya PT LEN Railway Systems (LRS), perseroan menjalin kemitraan dengan Biswas Construction yang siap mengerjakan proyek senilai USD25 juta di Bangladesh.

Direktur Utama LRS Dewayana Agung Nugroho mengatakan, pengerjaan modifikasi sinyal perkeretaapian ini akan dilakukan selama 1,5 tahun di sepanjang jalur Kota Ishurdi hingga Joydebpur, Bangladesh. Pada tahap awal sistem modifikasi yang dikembangkan LEN akan digunakan di jalur kereta yang bersinggungan dengan empat stasiun.

“Kami berharap ini akan menjadi first entry bagi LEN dan LRS. Masih banyak pekerjaan yang akan digarap di Bangladesh, kita harus pelan-pelan dan mempelajari semua kendala teknis dan nonteknis di sana. Namun secara umum mereka sudah mengakui kualitas yang dimiliki Indonesia. Sebelum sinyal, PT INKA sudah lebih dulu mengeskpor kereta penumpang dengan kualitas yang sudah teruji,” ujar Dewayana seusai penandatangan kontrak dengan Biswas Contruction Bangladesh di Savoy Homann Bandung.

Dewa melanjutkan, produk standar persinyalan merek LEN seperti Control Console (VDU/ LCP), lampu sinyal LED, main distribution panel, dan lain-lain telah siap diekspor ke negeri Tanah Benggala berpenduduk lebih dari 140 juta jiwa tersebut. Untuk proyek ini, LEN akan mendapatkan dukungan dari Alstom Transport Indonesia.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengaku sangat percaya diri karena teknologi persinyalan yang dimiliki LEN telah diakui di dunia. Selain sistem yang mumpuni, perusahaan pelat merah ini juga sudah didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman di bidangnya.

“First entry ini menyasar Bangladesh, dan selanjutnya kami akan beranjak ke Malaysia dan Timur Tengah untuk proyek pengerjaan serupa. Kerja sama strategis ini juga akan kami kembangkan dengan melibatkan BUMN lain yang berpotensi mendukung pengerjaan persinyalan Kereta api,” tuturnya.

Selain peluang ekspor ke Bangladesh, prospek lain juga didapatkan dari Malaysia. Di negeri jiran, LRS akan bekerja sama dengan Emrail, salah satu perusahaan Malaysia yang memiliki kontrak pekerjaan dengan KTMB (perusahaan operator perkeretaapian di Malaysia) untuk pekerjaan persinyalan jalur Gua Musang- Tumpat sepanjang 290 km yang melewati 30 stasiun.

“Di Malaysia, LRS akan merehabilitasi sistem eksisting yang rusak karena bencana banjir dengan sistem single track yang secara teknologi lebih sederhana dari sistem double track yang pernah dikerjakan perusahaan,” kata Dewayana.

Sementara itu, di dalam negeri Len melalui LRS juga sedang membangun sistem persinyalan untuk Paket B1 DDT (double-double track) Manggarai-Cikarang yang memiliki panjang lintasan 34 km. Proyek ini melewati 6 stasiun besar yaitu Stasiun Manggarai, Jatinegara, Cakung, Bekasi, Tambun dan Stasiun Cikarang.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini