“First entry ini menyasar Bangladesh, dan selanjutnya kami akan beranjak ke Malaysia dan Timur Tengah untuk proyek pengerjaan serupa. Kerja sama strategis ini juga akan kami kembangkan dengan melibatkan BUMN lain yang berpotensi mendukung pengerjaan persinyalan Kereta api,” tuturnya.
Selain peluang ekspor ke Bangladesh, prospek lain juga didapatkan dari Malaysia. Di negeri jiran, LRS akan bekerja sama dengan Emrail, salah satu perusahaan Malaysia yang memiliki kontrak pekerjaan dengan KTMB (perusahaan operator perkeretaapian di Malaysia) untuk pekerjaan persinyalan jalur Gua Musang- Tumpat sepanjang 290 km yang melewati 30 stasiun.
“Di Malaysia, LRS akan merehabilitasi sistem eksisting yang rusak karena bencana banjir dengan sistem single track yang secara teknologi lebih sederhana dari sistem double track yang pernah dikerjakan perusahaan,” kata Dewayana.
Sementara itu, di dalam negeri Len melalui LRS juga sedang membangun sistem persinyalan untuk Paket B1 DDT (double-double track) Manggarai-Cikarang yang memiliki panjang lintasan 34 km. Proyek ini melewati 6 stasiun besar yaitu Stasiun Manggarai, Jatinegara, Cakung, Bekasi, Tambun dan Stasiun Cikarang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.