Covid-19 Buat Proyek Jalur Kereta Trans Sulawesi Molor

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295852 covid-19-buat-proyek-jalur-kereta-trans-sulawesi-molor-15Ycus0v80.jpg Pengerjaan Jalur Kereta Trans Sulawesi. (Foto: Okezone.com/LEN)

JAKARTA - PT Len Industri (Persero) mencatat progres pengerjaan sistem persinyalan dan telekomunikasi di jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle lintas Makassar-Parepare sepanjang 102,4 102,4 kilometer (Km) mencapai 58,9% hingga 11 Oktober 2020.

"Progres pengerjaannya hingga per 11 Oktober 2020 adalah 58,9%%. Diperkirakan penyelesaian proyeknya akan sedikit mundur karena imbas dari pandemi covid-19," ujar Direktur Operasi I Len Industri, Linus Andor M. Sijabat, dalam siaran pers, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Bangladesh Ajak Len Industri Garap Persinyalan Kereta

Dalam proses pengerjaan, perseroan tengah menggarap sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, dan power system (catu daya), dari pekerjaan instalasi, testing dan pengawasan, hingga pekerjaan sipil. Len Industri telah menyuplai perangkat sistem persinyalan berupa vital dan non-vital interlocking system, perangkat outdoor persinyalan, catu daya, radio, CCTV, hingga Centralized Traffic Supervisory (CTS).

Jalur kereta api sepanjang 102,4 kilometer (km) itu akan memanfaatkan sistem persinyalan SiLSafe4000, sistem vital interlocking system berbasis Computer Based Interlocking (CBI) generasi baru yang dibuat oleh Len Industri. SiLSafe4000 juga sudah tersertifikasi level keamanannya Safety Integrity Level (SIL-4).

“Tantangannya sekarang cuaca di area proyek memasuki musim hujan. Oleh karenanya, kontraktor sekarang sedang bekerja extra untuk menyelesaikan bangunan atap gedung equipment room dan gedung ruang radio peralatan-peralatan kita. Kemudian, pembangunan 20 ruangan baru gedung peralatan persinyalan diharapkan mulai bisa digunakan mulai 31 Oktober mendatang,” kata dia.

Pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle lintas Makassar-Parepare sepanjang 102,4 kilometer (Km). Lintasan itu terbagi atas Jalur Mandalle-Palanro sepanjang 42,8 km dan jalur Mandai-Mandalle sepanjang 59,6 km.

Baca Juga: LEN Rambah Bisnis PLTS hingga Charging Station

Linus mengatakan, jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle merupakan bagian dari lintas Makassar-Parepare dengan panjang lintasan kurang lebih 145 km dan menghubungkan Kota Makassar menuju Kota Parepare. Di mana lintas Makassar-Parepare merupakan tahap pertama pembangunan jaringan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi, yaitu Trans-Sulawesi.

Di mana, tujuan pembangunan Trans-Sulawesi adalah untuk menghubungkan perkotaan atau wilayah yang memiliki potensi angkutan penumpang, barang, atau komoditas berskala besar dan berkecepatan tinggi, namun konsumsi energi tetap rendah.

Trans Sulawesi juga mendukung perkembangan perkotaan terpadu melalui integrasi perkotaan di wilayah pesisir, baik industri maupun pariwisata, serta agropolitan baik kehutanan, pertanian maupun perkebunan.

Jalur kereta api itu juga memiliki 12 stasiun yang terbagi atas 4 stasiun besar yaitu Maros, Pangkajene, Tanete Rilau, Barru, serta 8 stasiun kecil yakni Mandai, Rammang-Rammang, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Takalasi, Mangkoso, Palanro. Jalur tersebut juga memiliki 1 CTS di lokasi Depo dan Balai yang berada di Yasa (Maros).

Trans-Sulawesi akan menghubungkan kota-kota besar di Sulawesi seperti Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado yang terbagi dalam beberapa jalur, antara lain Makassar-Pare-pare sepanjang 145 km, Parepare-Mamuju 225 km, Makassar-Bulukumba-Watampone 259 km, Bitung-Gorontalo-Isimu 340 km, dan Manado-Bitung 48km.

Sebagai prioritas utama dalam pembangunan Trans-Sulawesi, jalur kereta api Makassar-Parepare pada awalnya dibangun jalur tunggal, tetapi lahan yang disiapkan dapat dibangun jalur ganda. Pemasangan rel pertama jalur Makassar-Parepare disaksikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat itu, Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo pada 13 November 2015 di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini