LEN Rambah Bisnis PLTS hingga Charging Station

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 03 320 2137504 len-rambah-bisnis-plts-hingga-charging-station-XrY2PtBjYz.jpg Direktur Utama Len Zakky Gamal Yasin. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - PT Len Industri (Persero) tengah mencoba peruntungannya untuk menggarap proyek di bidang energi. Misalnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Direktur Utama Len Zakky Gamal Yasin mengatakan, membangun PLTS di bidang renewable energy, perusahaannya sudah memiliki consumer produk dengan nama LenSolar. Produk baru tersebut merupakan Sistem Rooftop PV yang dipasang di atap untuk memenuh kebutuhan listrik di rumah maupun perkantoran.

Baca Juga: PT Len Industri Raup Pendapatan Rp3,43 Triliun pada Kuartal III 2018

LenSolar menerapkan skema import dan export listrik dari dan ke jaringan lisrik regular. Sehingga menurutnya hal ini dapat menghemat tagihan listrik hingga 30% setiap bulannya.

Direktur Utama Len

“Kami juga baru saja bersama Pertamina dan PLN meneken kesepakatan kerja sama pembentukan suatu usaha patungan untuk melakukan pengelolaan proyek PLTS di lingkungan BUMN yang memiliki potensi 1,4 Giga Wattpeak, maupun untuk kebutuhan swasta. Sekarang sudah di tahap finalisasi skema bisnisnya,” ujarnya dalam acara ngopi santai bersama BUMN, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca Juga: Len Industri Lebarkan Sayap Garap Persinyalan Kereta Api Dunia

Zakky menambahkan, pihaknya juga telah menandatangani kerja sama dengan PLN dan BPPT untuk pengembangan dan pembangunan charging station. Hal ini dinilainya sangat baik mengingat pemerintah tengah mendorong pengembangan kendaraan listrik.

Apalagi Indonesia merupakan negara khatulistiwa yang kaya akan limpahan sinar matahari, Namun baru memanfaatkan kurang lebih 200 Mega Wattpeak dari sekitar 207,8 Giga Wattpeak potensi yang dimiliki, atau 6,5 Giga Wattpeak target di tahun 2025 . Usaha kerjasama tersebut diharapkan mampu menggenjot pemanfaatan tenaga matahari di Indonesia secara keseluruhan.

"PLN berencanana membangun sekitar 180 titik bekerja sama dengan Pertamina. Kita dan BPPT menyiapkan teknologi dan peralatannya. Teknologi dan pemilihan jenis charging masih terus menjadi dinamika untuk penerapannya," jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini ikut serta dalam penggarapan beberapa proyek Strategis Nasional (PSN). Misalnya adalah proyek LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Double-double Track Paket A Manggarai-Jatinegara, pembangunan 194 Stasiun Seismic Sensor Tsunami, Radar Pertahanan Medium Range, serta Taktikal Datalink.

Proyek-proyek tersebut di antaranya dikerjakan multiyear dan ada yang harus diselesaikan tahun ini. Lebih dari separuh pendapatan usaha, tepatnya 54,5%, berasal dari pasar swasta. Sedangkan sisanya 45,5% berasal dari dana APBN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini